ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor dan Impor Tiongkok Kembali Naik

Jumat, 10 Mei 2024 | 05:40 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi ekspor impor Tiongkok
Ilustrasi ekspor impor Tiongkok (Xinhua via AP/Li Ziheng)

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja perdagangan Tiongkok mengalami kenaikan di tengah membaiknya permintaan, meskipun pemulihan ekonomi belum merata. Ekspor dan impor Tiongkok pada April 2024 naik dengan surplus perdagangan mencapai US$ 72,35 miliar, meningkat dari US$ 58,55 miliar pada bulan sebelumnya.

Dilansir dari AP, Jumat (10/5/2024), ekspor Tiongkok tumbuh  1,5% year on year (yoy) setelah mengalami kontraksi 7,5% pada Maret 2024 yang merupakan penurunan pertama sejak November 2023. Sementara itu, impor melonjak 8,4% dan mengalahkan perkiraan para analis, meningkat dari penurunan 1,9% pada Maret 2024.

Tiongkok telah menerapkan berbagai kebijakan dukungan dalam beberapa bulan terakhir untuk merangsang pertumbuhan dan memperkuat kepercayaan terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia ini. Meskipun demikian, para analis menyatakan prospek ke depan tidak sepenuhnya positif mengingat kondisi global yang masih bergejolak.

ADVERTISEMENT

“Kami memperkirakan volume ekspor akan mengalami penurunan dalam beberapa bulan mendatang karena menurunnya belanja konsumen di negara maju dan berkurangnya dampak dari rendahnya harga ekspor,” ungkap Zichun Huang dari Capital Economics.

Huang menjelaskan, pertumbuhan ekspor terutama dipicu oleh basis yang lebih rendah tahun sebelumnya. Dia memperkirakan volume impor kemungkinan akan meningkat kembali dalam waktu dekat karena belanja fiskal yang mendukung proyek-proyek konstruksi.

ASEAN tetap menjadi tujuan utama ekspor Tiongkok, menyumbang 16,9% dari total ekspor selama empat bulan pertama tahun ini. Ekspor ke Amerika Serikat mengalami penurunan 1,6% pada April 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara ekspor ke Uni Eropa juga mengalami penurunan sebesar 3,3%.

Seperti diketahui, Tiongkok saat ini masih menghadapi tantangan untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19, terutama dengan melemahnya permintaan global setelah Federal Reserve dan bank sentral lainnya meningkatkan suku bunga untuk menahan inflasi. Selain itu, penurunan sektor properti Tiongkok juga menjadi beban bagi pertumbuhan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Malaysia Tegas Larang Ekspor Tanah Jarang demi Lindungi Sumber Daya

Malaysia Tegas Larang Ekspor Tanah Jarang demi Lindungi Sumber Daya

INTERNASIONAL
Filipina Resmi Pimpin ASEAN 2026, Laut Cina Selatan Jadi Ujian Berat

Filipina Resmi Pimpin ASEAN 2026, Laut Cina Selatan Jadi Ujian Berat

INTERNASIONAL
Riset DNA Guncang Teori Lama: Leluhur Amerika Datang dari Tiongkok

Riset DNA Guncang Teori Lama: Leluhur Amerika Datang dari Tiongkok

OTOTEKNO
Pangsa Pasar Nvidia di China Anjlok Jadi Nol Persen Akibat Sanksi AS

Pangsa Pasar Nvidia di China Anjlok Jadi Nol Persen Akibat Sanksi AS

EKONOMI
Kim Jong Un Pamer Kekuatan Nuklir, Dunia Waswas Lihat Rudal Hwasong-20

Kim Jong Un Pamer Kekuatan Nuklir, Dunia Waswas Lihat Rudal Hwasong-20

INTERNASIONAL
Bahlil Tinjau FLNG Raksasa Pertama RI yang Dibangun di Tiongkok

Bahlil Tinjau FLNG Raksasa Pertama RI yang Dibangun di Tiongkok

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon