Harga Minyak Naik karena Optimisme Permintaan Tiongkok, Pasar Fokus ke Inflasi AS
Selasa, 14 Mei 2024 | 06:21 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak naik pada Senin (13/5/2024) karena tanda-tanda membaiknya permintaan di negara importir utama Tiongkok dan potensi gangguan pasokan di Kanada. Pelaku pasar kini fokus pada data inflasi AS yang dirilis pekan ini.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 42 sen atau 0,5% menjadi US$ 83,21 per barel dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) acuan AS naik 66 sen atau 0,8% menjadi US$ 78,92 per barel.
Data Tiongkok pada akhir pekan lalu menunjukkan harga konsumen meningkat selama 3 bulan berturut-turut pada April dan harga produsen terus turun. Hal itu menandakan peningkatan permintaan domestik. Negara ini juga berencana mengumpulkan 1 triliun yuan (US$ 138,26 miliar) untuk merangsang sektor-sektor utama perekonomian.
Dari sisi pasokan, investor mewaspadai potensi gangguan pasokan minyak akibat kebakaran hutan di Kanada Barat. Pemerintah negara tersebut memperingatkan kebakaran itu bisa menjadi bencana besar.
“Produksi minyak Kanada saat ini memiliki kapasitas 3,3 juta barel, kemungkinan besar akan terpengaruh memasuki musim panas,” kata analis di pialang energi StoneX, Alex Hodes dikutip CNBC International.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari ekspektasi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, akan memperpanjang pengurangan pasokan hingga paruh kedua tahun ini. Produsen nomor dua OPEC, Irak, berkomitmen terhadap pengurangan produksi minyak yang disetujui kelompok produsen tersebut.
“Investor juga akan mengamati data indeks harga konsumen AS yang dirilis Rabu (15/5/2024) untuk mendapatkan petunjuk Federal Reserve akan mempertimbangkan penurunan suku bunga,” kata Hodes.
Para analis memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan suku bunga lebih lama, sehingga mendukung dolar dan membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




