ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ditopang Harga Nikel, NICL Bidik Kenaikan Pendapatan Jadi Rp 1,28 Triliun

Sabtu, 1 Juni 2024 | 16:10 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi Nikel
Ilustrasi Nikel (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - PT PAM Mineral Tbk (NICL), produsen nikel, menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,289 triliun pada akhir 2024, naik 12,8% dari Rp 1,14 triliun pada 2023. Kenaikan harga nikel menjadi pendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang memiliki konsesi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) ini.

"Sejalan dengan itu, kami menargetkan laba sebelum pajak sebesar Rp 352 miliar hingga akhir 2024," kata Direktur Utama PT PAM Mineral Tbk, Rudy Tjanaka, dikutip dari Investor Daily, Sabtu (1/6/2024).

Pada 2023, NICL mencatat laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 27,72 miliar.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan harga nikel dunia dipengaruhi situasi geopolitik, termasuk meluasnya sanksi Inggris dan Amerika terhadap ekspor bahan baku Rusia serta larangan penjualan di London Metal Exchange (LME) dan Chicago Mercantile Exchange (CME).  Selain itu, aktivitas tambang di Kaledonia terganggu dan pasokan pertambangan nikel di Australia terhambat akibat faktor biaya. 

Akibatnya, pasokan bijih nikel dunia tidak normal, sehingga berdampak positif pada kenaikan harga nikel di masa depan. Hal ini terlihat dari naiknya harga acuan nikel pada akhir April 2024 sebesar 8,76% menjadi US$ 17.424 per metrik ton (MT) dibandingkan Maret 2024 sebesar US$ 16.021 per MT.

"Perusahaan meyakini beberapa sentimen tersebut akan menggenjot produksi dan penjualan perusahaan sehingga berdampak bagus pada kinerja NICL," kata Rudy.

Hingga kuartal I 2024, PAM Mineral  mencatat laba bersih sebesar Rp 12,2 miliar, turun 78,23% dari Rp 56,1 miliar pada kuartal I 2023. Penjualan tercatat sebesar Rp 116,7 miliar, turun 54,98% dibandingkan kuartal I 2023 sebesar Rp 259,4 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya produksi nikel karena terhambatnya rencana kerja anggaran bisnis yang baru terbit pada Mei 2024. 

Sementara marjin laba kotor naik menjadi 37,07% dari 36,92% pada kuartal I 2023. Laba usaha sebesar Rp 19,5 miliar, turun 74,85% dibandingkan kuartal I 2023 sebesar Rp 77,8 miliar. Aset pada kuartal I 2024 sebesar Rp 881,7 miliar, naik dari kuartal I 2023 sebesar Rp 692,1 miliar. 

Utang sebesar Rp 123,9 miliar, tidak berubah signifikan dari periode sebelumnya sebesar Rp 119,9 miliar. Sementara itu, ekuitas naik dari Rp 572,1 miliar menjadi Rp 757,7 miliar pada kuartal I 2024, disebabkan peningkatan saldo laba perusahaan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

NICL Catat Lonjakan Kinerja, Laba Bersih Kuartal III Naik 131 Persen

NICL Catat Lonjakan Kinerja, Laba Bersih Kuartal III Naik 131 Persen

EKONOMI
Laba NICL Melejit 386 Persen Didukung Penjualan Nikel

Laba NICL Melejit 386 Persen Didukung Penjualan Nikel

EKONOMI
Laba Tembus 1,481 Persen, Emiten Nikel NICL Tebar Dividen Rp 159,53 M

Laba Tembus 1,481 Persen, Emiten Nikel NICL Tebar Dividen Rp 159,53 M

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon