Meski Harga Bahan Pangan Naik 2 Persen, Mentan Tegaskan Tak Perlu Impor
Rabu, 17 Juni 2015 | 08:53 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, naiknya harga-harga bahan pangan menjelang Ramadan tidak lantas membuka keran impor. Di sisi lain, Amran memastikan, stok beras nasional di Perum Bulog sekitar 1,4 juta ton aman untuk 6-7 bulan ke depan. Untuk bawang, sudah dipersiapkan disribusi sebanyak 50.000-100.000 ton per hari dari Brebes ke wiayah Jaboodetabek.
"Beras cukup, stok di Bulog juga aman. Harga bawang merah secara signifikan sudah turun. Daging juga cukup, Kementerian Perdagangan (Kemdag) sudah mempersiapkannya sejak tiga bulan lalu. Kalau pun ada kenaikan harga 1-2 persen, biarlah petani di Indonesia ini menikmati tunjangan hari raya (THR)-nya. Asal naiknya tidak terlalu tinggi. Jangan langsung berpikir impor. Itu artinya memperkuat petani di negara lain," kata Amran kepada wartawan di sela Rapat Koordinasi Perkembangan Produksi dan Serapan Gabah dan Beras di Jakarta, Selasa (16/6).
Dalam rakor tersebut, kata Amran, Kementerian Pertanian (Kemtan) mengagendakan sinergi dengan Kemdag, Bulog, Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemkop UKM), dan TNI. Langkah sinergi berupa penyerapan beras dan gabah serta kerja sama membantu transportasi penyerapan di lapangan.
"Kerja sama ini juga untuk pasar murah di titik-titik yang bergejolak di seluruh Indonesia. Ada di 12 titik. Dengan sinergi ini kita membangun kebersamaan di lapangan untuk mengatasi masalah. Contoh, pada Rabu lalu saat pertama kami membahas soal bawang. Rapat dan koordinasi dengan Bulog dan Kemdag, diputuskan untuk mengambil dari daerah yang harganya rendah ke daerah yang harganya tinggi. Kamis kami ke Brebes, Jumat panen, Jumat sore langsung diangkut, lalu Sabtu pagi kami operasi pasar. Yang tadinya harga di pasar mencapai Rp 30.000 per kilogram (kg), tadi kami cek sudah Rp 20.000 per kg. Memang masih ada yang Rp 25.000 per kg, kita maklumi," kata Amran.
Dia menambahkan, pada 19 Juni 2015 akan dilakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan demikian, produksi bawang merah pada bulan Juni 2014 diprediksi bisa mencapai 140.000 ton, sedangkan kebutuhan hanya 90.000 ton. Sementara produksi pada bulan Juli 2015, diperkirakan mencapai 110.000 ton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




