Harga Minyak AS ke Level Terendah dalam 9 Bulan di Tengah Ketidakpastian Produksi OPEC+
Kamis, 5 September 2024 | 05:57 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak mentah AS turun di bawah US$ 70 per barel pada Rabu (4/9/2024) di tengah meningkatnya spekulasi bahwa OPEC+ akan menunda peningkatan produksi yang dijadwalkan bulan depan.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) acuan AS kontrak Oktober turun US$ 1,14 (1,62%) menjadi US$ 69,20 per barel. Sepanjang tahun ini, minyak mentah AS telah melemah 3,4%. Harga acuan AS sempat mencapai US$ 68,83, level terendah sejak 13 Desember atau 9 bulan setelah anjlok 4% pada Selasa (3/9/2204).
Sementara, harga minyak Brent acuan global kontrak November turun US$ 1,05 (1,42%) menjadi US$ 72,70 per barel, Sepanjang tahun ini, patokan global telah turun 5,6%.
“Dengan pertumbuhan permintaan yang tidak pasti dan kemungkinan tidak akan terjadi gangguan pasokan, semua mata kembali tertuju pada OPEC+,” kata analis Rystad Energy, Svetlana Tretyakova dikutip CNBC International.
Dia mengatakan harga minyak akan terus tertekan sampai OPEC+ mengklarifikasi strateginya secara keseluruhan. "Pelemahan akan terus berlanjut,” kata dia.
OPEC+ berencana meningkatkan produksi minyak pada Oktober. Laporan mengindikasikan delapan anggota OPEC+ berencana menaikkan produksi 180.000 barel per hari pada Oktober, tetapi kelompok tersebut menjelaskan keputusan tersebut dapat dibatalkan tergantung kondisi pasar.
Namun, tiga sumber mengindikasikan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut mempertimbangkan menunda peningkatan produksi pada Oktober. “Reaksi terhadap berita pasokan ini menunjukkan betapa lemahnya sentimen di pasar minyak,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.
Harga minyak juga tertekan setelah aktivitas manufaktur di AS dan China melemah memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. “Tiongkok menjadi hambatan besar bagi minyak tahun ini,” kata Kepala Strategi Komoditas RBC Capital Markets, Helima Croft.
Sementara kesepakatan menyelesaikan perselisihan politik di Libia dapat mengakhiri gangguan pasokan dari negara Afrika Utara tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




