ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Komoditas Global Anjlok Akibat Tarif Trump tetapi Emas Tahan Banting

Selasa, 8 April 2025 | 14:52 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi emas
Ilustrasi emas (AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dampak signifikan dari fenomena yang disebutnya sebagai Trump 2.0 atau tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap kondisi ekonomi global, khususnya pada harga-harga komoditas utama dunia.

"Akibat dari Trump 2.0 ini, beberapa komoditas mengalami penurunan tajam. Crude oil turun hampir 30%, sementara Brent turun sekitar 28% sehingga kini berada di kisaran angka US$ 60-an per barel," ujar Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden, di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Selain itu, harga batu bara juga mengalami penurunan signifikan sebesar 24%. Komoditas pertanianm seperti kedelai, gandum, dan minyak kelapa sawit (CPO) pun turut melemah, begitu juga dengan harga beras global.

ADVERTISEMENT

"Seluruh komoditas turun. Artinya, permintaan global sedang melemah, dan ini menahan laju ekonomi. Berdasarkan kondisi ini, kita perlu waspada terhadap kemungkinan resesi dunia," tambahnya.

Namun, di tengah penurunan tersebut, emas menjadi satu-satunya komoditas yang mencatatkan kenaikan harga. Hal ini, menurut Airlangga, menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset yang tahan terhadap tekanan ekonomi atau recession proof.

"Pak Presiden meluncurkan bulion tepat waktu karena emas merupakan komoditas yang aman di tengah gejolak. Save haven itu ada dua, yakni dolar dan emas. Kita punya emas, artinya kita punya daya tahan yang kuat," katanya.

Menanggapi dinamika global, sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah strategis. China, misalnya, menaikkan tarif impor barang dari Amerika Serikat hingga 34% sebagai bentuk retaliasi.

Sementara itu, Vietnam mengajukan permintaan agar tarif terhadap produk seperti, sepatu Nike diturunkan dan ditunda, namun belum mendapatkan respons dari AS.

Di sisi lain, India memilih untuk tidak melakukan retaliasi, meskipun ada tekanan dari dalam negeri imbas tarif Trump.

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia perlu terus memantau perkembangan global terkait tarif Trump ini agar bisa merespons dengan cepat dan tepat guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon