ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

CCS Indonesia Terbesar Asia-Pasifik, Bahlil: Ini Harta Karun

Rabu, 21 Mei 2025 | 20:15 WIB
CS
DM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: DM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan carbon capture and storage (CCS) Indonesia diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Indonesia memiliki potensi besar dalam teknologi CCS.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan carbon capture and storage (CCS) Indonesia diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Indonesia memiliki potensi besar dalam teknologi CCS. (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan carbon capture and storage (CCS) Indonesia diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Indonesia memiliki potensi besar dalam teknologi CCS.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam acara konvensi dan pameran tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) 2025, yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (21/5/2025). “Selain lifting minyak dan gas (migas), kita punya harta karun yang namanya CCS,” ujar Bahlil.

CCS, Kunci Transisi Energi Hijau

CCS merupakan teknologi untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida (CO2), yang dinilai penting dalam mendukung transisi energi hijau dan pengembangan industri ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

“Salah satu kunci green energy dan green industry adalah menangkap karbon secara utuh melalui CCS,” lanjut Bahlil terkait cadangan CSS Indonesia.

Menurut kajian Lemigas Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi penyimpanan 577,62 giga ton CO2 yang tersebar di 20 lokasi Hal itu, melalui dua sumber utama, yaitu depleted reservoir (cadangan migas yang habis) dan saline aquifer (akuifer asin).

Investor Global Sudah Masuk, Regulasi Disiapkan

Sejumlah perusahaan energi besar, seperti BP dan ExxonMobil telah mulai mengembangkan proyek CCS di Indonesia. Untuk mendukung iklim investasi, pemerintah tengah menyiapkan berbagai regulasi mulai dari peraturan pemerintah (PP) hingga peraturan menteri (permen).

Bahlil bahkan mengajak para investor untuk bergerak cepat. “Yang cepat lebih baik. Sekarang masih kita kasih sweetener (insentif), nanti kalau sudah booming, tidak akan sebaik sekarang,” ujarnya.

Dengan cadangan CCS terbesar di kawasan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam transisi energi bersih. Pemerintah berharap sektor ini mampu menarik investasi besar dan menjadi tulang punggung ekonomi hijau di masa depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Janji Permudah Regulasi untuk Investasi Energi

Prabowo Janji Permudah Regulasi untuk Investasi Energi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon