ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Janji Permudah Regulasi untuk Investasi Energi

Rabu, 21 Mei 2025 | 21:52 WIB
CS
DM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: DM
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka lebar pintu investasi di sektor energi nasional dengan menyederhanakan regulasi demi mendorong pertumbuhan sektor tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka lebar pintu investasi di sektor energi nasional dengan menyederhanakan regulasi demi mendorong pertumbuhan sektor tersebut. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka lebar pintu investasi di sektor energi nasional. Prabowo menyatakan akan menyederhanakan regulasi demi mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

“Potensi energi kita sangat besar. Saya minta badan regulasi sederhanakan aturan. Jika perlu, pejabat yang mempersulit akan saya copot,” tegas Prabowo dalam sambutannya di konvensi dan pameran tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (21/5/2025).

Danantara Siap Dukung Proyek Energi Strategis

Untuk memperkuat pembiayaan proyek energi, Prabowo mengungkapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) siap menjadi mitra strategis.

ADVERTISEMENT

Danantara akan aktif mendukung proyek-proyek energi rendah emisi, termasuk carbon capture and storage (CCS), guna menciptakan nilai tambah dan mempercepat transisi energi nasional.

“Danantara akan berinvestasi strategis bersama mitra global, mendorong kebutuhan energi nasional secara produktif,” ujar Prabowo terkait regulasi untuk investasi sektor energi.

Menuju Swasembada Energi Nasional

Prabowo juga menyoroti capaian awal pemerintahannya, yakni dimulainya produksi migas dari lapangan Forel dan Terubuk di Natuna. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh tenaga kerja nasional.

Output awal lapangan tersebut mencapai 20.000 barel minyak per hari dan 60 juta standar kaki kubik gas per hari. Langkah tersebut, dinilai sebagai upaya menuju swasembada energi.

“Kita keluarkan hampir US$ 40 miliar per tahun untuk impor energi. Itu seharusnya bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan,” kata Prabowo.

Dengan komitmen untuk menyederhanakan regulasi, mendukung investasi strategis, dan mendorong produksi dalam negeri, pemerintahan Prabowo menargetkan transformasi sektor energi nasional menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon