ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IMA Minta Pemerintah Serius Dorong Hilirisasi hingga Industri Hilir

Senin, 26 Mei 2025 | 19:24 WIB
BI
DM
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: DM
Ketua Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau meminta pemerintah serius dorong hilirisasi hingga industri hilir. Produk nikel tak boleh hanya setengah jadi, harus jadi barang teknologi tinggi.
Ketua Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau meminta pemerintah serius dorong hilirisasi hingga industri hilir. Produk nikel tak boleh hanya setengah jadi, harus jadi barang teknologi tinggi. (Beritasatu Photo/Whisnu Bagus)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Mining Association (IMA) menilai program hilirisasi sektor tambang, terutama komoditas unggulan, seperti nikel, masih setengah jalan. Ketua IMA Rachmat Makkasau menegaskan pentingnya pengembangan industri hilir agar nilai tambah dari komoditas tambang nasional dapat dimaksimalkan.

Hal ini disampaikan Rachmat dalam Energi Mineral Forum 2025 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (25/5/2025). “Pemerintah memang sudah berhasil mendorong hilirisasi di sektor tambang melalui pembangunan smelter. Namun, jangan berhenti di sana. Hilirisasi harus berlanjut ke industri hilir,” tegasnya.

Hilirisasi Baru Sampai Barang Setengah Jadi

IMA mencatat produk turunan dari nikel, seperti feronikel dan nikel matte masih tergolong sebagai produk setengah jadi yang diekspor ke luar negeri untuk diolah lebih lanjut, khususnya ke China.

ADVERTISEMENT

“Saat ini, kita baru bisa menghasilkan produk setengah jadi. Nilai tambahnya masih kecil dibanding kalau kita produksi barang jadi, seperti komponen baterai atau mobil listrik,” ujar Rachmat terkait hilirisasi hingga ke industri hilir.

DPR Juga Minta Hilirisasi Dilakukan Menyeluruh

Sebelumnya, DPR juga meminta pemerintah agar tidak setengah hati dalam kebijakan hilirisasi nikel. DPR juga mendorong pengembangan produk berbasis teknologi tinggi di dalam negeri.

Langkah ini dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi penyedia bahan baku untuk negara lain. Namun, juga mampu menciptakan rantai nilai lengkap di dalam negeri.

Perlu Dorongan Kuat untuk Bangun Industri Manufaktur

Rachmat juga menekankan pentingnya ekosistem manufaktur sebagai tulang punggung hilirisasi nasional. Pekerjaan rumah terbesar di Indonesia, yaitu memastikan komoditas siap olah, seperti tembaga dan nikel bisa masuk ke industri hilir lokal.

"Ini yang akan membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian nasional,” ungkapnya.

Menurut IMA, pemerintah perlu menyediakan insentif, infrastruktur, dan regulasi yang mendukung tumbuhnya industri hilir terintegrasi. Hilirisasi hingga ke industri hilir bisa dimulai dari manufaktur komponen hingga produk teknologi akhir, seperti baterai EV atau panel surya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara Soal Dana Ekspor

Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara Soal Dana Ekspor

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

EKONOMI
Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Sepenuhnya oleh Rakyat

Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Sepenuhnya oleh Rakyat

EKONOMI
Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

EKONOMI
Wagub Jatim: Hilirisasi Tembaga-Emas, Tumpuan Indonesia Berkompetisi

Wagub Jatim: Hilirisasi Tembaga-Emas, Tumpuan Indonesia Berkompetisi

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon