PLN Gandeng RINA Kaji Teknologi Marine CNG di Lombok
Selasa, 31 Januari 2012 | 18:31 WIB
Implementasi Marine CNG ini merupakan pertama di dunia.
Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) bekerjasama dengan lembaga konsultan minyak dan gas (migas) asal Italia, RINA, untuk mengkaji transportasi laut Compressed Natural Gas (CNG) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
PLN menyatakan, teknologi yang dikenal dengan istilah Marine CNG ini akan diujicobakan pertama kali untuk pengangkutan dalam skala kecil yaitu mengangkut CNG dari Gresik ke Lombok dengan volume 3-6 juta kaki kubik per hari (million cubic feet per day/mmscfd) untuk pembangkit gas Peaking di Lombok dengan daya 100 MW.
"Implementasi Marine CNG ini merupakan pertama di dunia, dan akan sangat membantu PLN dalam usaha menekan konsumsi BBM," ujar Kepala Divisi Minyak dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki, dalam siaran pers PLN , hari ini.
Penggunaan gas ini mampu menggantikan penggunaan BBM sebesar 51 juta liter per tahun sehingga bisa menghemat sekitar Rp 200 miliar per tahun.
"Apabila proyek pertama ini berjalan sesuai rencana, teknologi Marine CNG selanjutnya akan diterapkan untuk lokasi-lokasi pembangkit gas lainnya dengan kapasitas yang sama atau lebih besar," jelas Soeryadi.
Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) bekerjasama dengan lembaga konsultan minyak dan gas (migas) asal Italia, RINA, untuk mengkaji transportasi laut Compressed Natural Gas (CNG) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
PLN menyatakan, teknologi yang dikenal dengan istilah Marine CNG ini akan diujicobakan pertama kali untuk pengangkutan dalam skala kecil yaitu mengangkut CNG dari Gresik ke Lombok dengan volume 3-6 juta kaki kubik per hari (million cubic feet per day/mmscfd) untuk pembangkit gas Peaking di Lombok dengan daya 100 MW.
"Implementasi Marine CNG ini merupakan pertama di dunia, dan akan sangat membantu PLN dalam usaha menekan konsumsi BBM," ujar Kepala Divisi Minyak dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki, dalam siaran pers PLN , hari ini.
Penggunaan gas ini mampu menggantikan penggunaan BBM sebesar 51 juta liter per tahun sehingga bisa menghemat sekitar Rp 200 miliar per tahun.
"Apabila proyek pertama ini berjalan sesuai rencana, teknologi Marine CNG selanjutnya akan diterapkan untuk lokasi-lokasi pembangkit gas lainnya dengan kapasitas yang sama atau lebih besar," jelas Soeryadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




