Seskab Teddy: Prabowo Bangun Kerja Sama Strategis di Belgia
Minggu, 13 Juli 2025 | 23:41 WIB
Brussels, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan kenegaraan ke Eropa dengan menjajaki peluang kemitraan strategis bersama Belgia. Salah satu agenda pentingnya adalah pertemuan dengan Raja Belgia, Philippe Léopold Louis Marie, yang dijadwalkan berlangsung di Istana Laeken.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, sebelum bertemu Raja Belgia, Presiden Prabowo dan rombongan telah lebih dahulu bertemu dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di kantor pusat Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels, pada Minggu (13/7/2025).
Menurut Teddy, pertemuan tersebut menjadi titik strategis dalam memperkuat fondasi kemitraan Indonesia-Uni Eropa di berbagai sektor.
Salah satu hasil penting dari pertemuan ini adalah tercapainya kesepakatan politik atas Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), sebuah perjanjian perdagangan ambisius yang mencerminkan keterbukaan akses pasar bagi total populasi sekitar 730 juta jiwa.
Usai pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan dialog bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kehormatan kepada Raja Belgia.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah diplomasi untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendalami potensi kerja sama konkret antara Indonesia dan Belgia di berbagai sektor,” kata Teddy.
Presiden Ursula von der Leyen menyampaikan apresiasinya atas pertemuan pertama dengan Presiden Prabowo. Ia optimistis bahwa hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia akan semakin erat di masa depan. Menurutnya, kedua pihak memiliki kesamaan nilai, termasuk komitmen terhadap demokrasi dan keberagaman.
“Kita adalah dua kawasan yang menjunjung demokrasi dan keberagaman. Kami sangat memahami bahwa semboyan nasional Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, dan prinsip inti Uni Eropa adalah United in Diversity. Ini membuktikan bahwa kita berbagi nilai dan visi yang sama,” ungkap von der Leyen.
Pertemuan tingkat tinggi di Brussels ini menjadi tonggak penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Uni Eropa di berbagai bidang untuk masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




