Sempat Cetak All Time High, Pasar Saham Membaik Pada Juli 2025
Senin, 4 Agustus 2025 | 16:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kinerja pasar saham membaik selama Juli 2025. Tren positif ini sejalan dengan pemulihan ekonomi global dan meredanya perang tarif dagang.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, mengatakan bahwa kinerja pasar saham membaik pada bulan Juli 2025.
Kinerja pasar saham terlihat dari meningkatnya IHSG sebesar 8,04% month to month (MtM) dan 5,71% secara year to date (YtD) ke level 7.484.34 per 31 Juli 2025. IHSG berbalik dari tren pelemahan yang tercatat turun 2,15% year to date (YtD) hingga akhir Juni 2025.
Inarno menyebutkan, pasar saham pulih sejalan dengan kapitalisasi pasar yang mencapai level tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH). IHSG tercatat ATH selama tiga hari berturut-turut yang puncaknya mencapai Rp 13,7 triliun pada 29 Juli 2025.
"Di tengah sentimen terhadap dinamika tensi perdagangan dan geopolitik global, kinerja pasar saham domestik melemah dari awal tahun hingga akhir Juni, namun indeks tercatat naik di bulan Juli dengan indeks sektoral seluruhnya mengalami penguatan," kata Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) secara virtual, Senin (4/8/2025).
Sementara itu, nonresiden atau investor asing di pasar saham mencatat nett sales sebesar Rp 8,34 triliun secara bulanan (mtd). Dari awal tahun, net sales investor asing sebesar Rp 61,91 triliun secara ytd hingga akhir Juli 2025.
Lebih lanjut Inarno menuturkan, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren positif. Hal itu terlihat dari nilai penawaran umum mencapai Rp 144,78 triliun, dengan Rp 8,49 triliun diantaranya fund raising dari 16 emiten baru.
Pasar obligasi juga terpantau menguat. Kinerja pasar obligasi yang tercermin dari Indonesia Composite Bond Index (ICBI) tercatat menguat 0,96% MtM dan 6,67% ytd per akhir Juli 2025.
Di industri pengelolaan investasi, nilai asset under management (AUM) tercatat Rp 856,62 trilun naik 1,95% mtd atau tumbuh 2,30% ytd. Reksadana mencatat net subscription Rp 14,43 triliun mtd atau net subscription Rp 12,40 triliun ytd.
"Secara umum kondisi pasar keuangan, situasinya cukup stabil dan tetap terjaga terlihat dari indikator ICBI, IHSG, AUM, NAB dan juga rata-rata harian transaksi, kapitalisasi pasar dan pertumbuhan investor masih cukup baik dan sesuai harapan," imbuh Inarno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




