ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PDB Tumbuh 5,12 Persen, Kantor Presiden: Ini Bukan Ramalan Zodiak

Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:46 WIB
V
AD
Penulis: Vinnilya | Editor: AD
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memberi keterangan pers di kantornya.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memberi keterangan pers di kantornya. (Beritasatu.com/Agnes Valentina Christa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang mencapai 5,12% sempat menuai keraguan dari sejumlah ekonom. Padahal, angka tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga resmi di bawah pemerintah yang sama sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik. Kantor Komunikasi Presiden menilai keraguan tersebut tidak konsisten dan kurang berdasar.

“Kalau turun dipercaya, kalau naik tidak dipercaya. Ini bukan ramalan zodiak yang dipercaya hanya kalau cocok. Data ini dikeluarkan oleh lembaga yang sama, BPS, di bawah pemerintahan yang sama,” ujar Hasan Nasbi dari Kantor Komunikasi Presiden di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Hasan menegaskan, pemerintah bersikap transparan terhadap seluruh data kinerja ekonomi yang dirilis. Ia merinci, pertumbuhan pada kuartal IV 2024 tercatat 5,02%, lalu menurun menjadi 4,87% pada kuartal I 2025, dan kembali naik menjadi 5,12% pada kuartal II 2025.

ADVERTISEMENT

“Kalau turun, ya kami katakan turun. Kalau naik, kami katakan naik. Pemerintah tidak sedang membentuk narasi, hanya menyampaikan fakta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasan meminta publik untuk tidak hanya fokus pada konsumsi dan belanja pemerintah semata. Menurutnya, sektor investasi turut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi saat ini.

Ia mengutip laporan dari menteri investasi bahwa hingga Agustus 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp 942,9 triliun atau hampir 50% dari target tahunan sebesar Rp 1.900 triliun. Investasi tersebut juga berhasil menyerap 1,259 juta tenaga kerja.

“Pertumbuhan sektor industri manufaktur yang mencapai 5,6% serta pertumbuhan investasi sebesar 6,99% menjadi motor utama pendorong PDB kuartal ini. Ini data riil, bukan persepsi,” jelas Hasan.

Ia pun mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menyikapi data ekonomi nasional.

“Kita tidak bisa bersikap selektif. Kalau datanya negatif dipercaya, tapi kalau positif malah diragukan. Sikap seperti ini tidak sehat dalam membangun optimisme nasional,” pungkas Hasan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Jaga Ekonomi Kuartal II 2026

Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Jaga Ekonomi Kuartal II 2026

EKONOMI
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tembus 6 Persen

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tembus 6 Persen

EKONOMI
Apindo: Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata ke Dunia Usaha

Apindo: Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata ke Dunia Usaha

EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

EKONOMI
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026

Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Juara di Antara Anggota G20

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Juara di Antara Anggota G20

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon