BI Perluas QRIS, Sasar Jemaah Umrah lewat Integrasi Kartu Nusuk
Kamis, 7 Agustus 2025 | 15:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan integrasi sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan kartu Nusuk milik jemaah umrah. Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah transaksi keuangan para jemaah asal Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, integrasi QRIS dengan kartu Nusuk akan membuat transaksi menjadi lebih praktis dan efisien, termasuk untuk kebutuhan belanja maupun keperluan ibadah.
“Insyaallah QR kita akan bisa digunakan untuk para jemaah umrah dengan kartu Nusuk. Nusuk-nya tidak hanya untuk umrah, tetapi bisa pakai QRIS, pakai e-wallet, bahkan untuk membeli,” kata Perry dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta International Convention Centre (JICC) Senayan, Kamis (7/8/2025).
Menurut Perry, perluasan penggunaan QRIS ke berbagai negara merupakan bagian dari strategi digitalisasi sistem pembayaran Indonesia.
Saat ini, QRIS sudah terkoneksi dengan sistem pembayaran di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Bahkan, QRIS siap ekspansi ke pasar yang lebih luas.
“Insyaallah tahun ini QRIS bisa dipakai di Jepang, dan akhir tahun ini bisa connect dengan QR-nya China,” ujarnya.
Gubernur BI sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa QRIS akan bisa digunakan secara efektif di Jepang mulai 18 Agustus 2025.
"Kami sampaikan insyaallah mulai 17 Agustus efektif, 18 Agustus QRIS bisa dipakai di Jepang," ucap Perry dalam konferensi pers hasil rapat Komisi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (28/7/2025).
Namun, pada tahap awal hanya untuk transaksi Indonesia outbound. Artinya, warga Indonesia yang bepergian ke Jepang bisa bertransaksi dengan memindai QR milik merchant Jepang menggunakan aplikasi pembayaran dalam negeri.
“Jadi orang Indonesia yang pergi ke Jepang bisa menggunakan QRIS-nya untuk scan Japanese QR,” jelas Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendrata.
Sementara itu, untuk tahap Indonesia inbound, yakni wisatawan atau warga Jepang yang berkunjung ke Indonesia dan memindai QRIS dengan aplikasi lokal Jepang, ditargetkan mulai bisa digunakan akhir tahun ini.
“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah bisa implementasi secara penuh,” kata Filianingsih.
Saat ini, QRIS telah digunakan oleh 57 juta pengguna di Indonesia, termasuk 39,3 juta pelaku UMKM, sebagai bukti bahwa pelaku usaha mikro telah masuk ke ekosistem digital. Dengan digitalisasi ini, UMKM tak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang dan menembus pasar global.
“UMKM kita sudah digital. Bisa ekspor, bisa tembus pasar internasional. Ini adalah bukti bahwa UMKM kita tangguh dan menjadi pilar penting ekonomi Indonesia,” tegas Perry.
Perry pun menekankan bahwa penguatan UMKM akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan masyarakat, dan penciptaan generasi pemimpin masa depan.
“UMKM bukan hanya soal bertahan, tetapi juga menciptakan future leader of this country,” pungkas Perry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




