ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IHSG Bakal Menguat Terbatas di Tengah Sentimen Global dan Domestik

Rabu, 3 September 2025 | 10:37 WIB
RS
AD
Penulis: Rama Sukarta | Editor: AD
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Bayu Pratama)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan, Rabu (3/9/2025). hingga pukul 10.13 WIB, IHSG menguat 1,20% ke level 7.898 dengan sebanyak 12,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan senilai Rp 7 triliun.

Co-founder Pasar Dana Hans Kwee mengatakan, penguatan IHSG pada hari ini tidak akan signifikan atau menguat terbatas, seiring dengan dinamika politik global yang mengalami ketidakpastian.

"Waktu Donald Trump dinyatakan kalah di pengadilan, bahwa tarif perdagangan yang dicanangkannya pada negara-negara mitra adalah ilegal, Wall Street tertekan. Hal ini disebabkan investor global mencerna apa yang akan dilakukan Donald Trump terkait hal tersebut," ucapnya kepada Beritasatu.com, Rabu (3/9/2025).

ADVERTISEMENT

Ia melanjutkan, sebenarnya kalau tarif dicabut, hal ini pasti menguntungkan emerging market.

"Namun, Donald Trump pasti akan mengajukan banding, yang akan menimbulkan ketidakpastian," ucap dia.

Selain permasalahan antara Presiden AS Donald Trump dengan pengadilan AS, Hans mengatakan, pelaku pasar tengah mencerna perseteruan antara Trump dengan bank sentral Federal Reserve (The Fed).

Upaya Trump untuk menggulingkan pejabat The Fed juga dapat menyebabkan ketidakpastian. Terlebih, The Fed Diprediksi akan menurunkan suku bunganya pada September ini.

Sentimen dari dalam negeri juga tidak luput dari perhatian Hans. Menurutnya, setidaknya ada dua indikator yang perlu diperhatikan investor saat ini, yaitu update aksi unjuk rasa yang diperkirakan akan berlangsung hingga 5 September mendatang dan indikator ekonomi Indonesia yang disebutnya menunjukkan perkembangan yang positif.

Ia mengatakan, data PMI Manufaktur Indonesia kembali rebound di atas 50, menunjukkan ekonomi Indonesia mulai bergerak. Kemudian kemarin pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah di angka 5,12%, menunjukkan bahwa ekonomi dalam negeri itu cukup kuat, ekonomi mulai bergerak.

"Nah harapannya program-program pemerintah bisa menopang, supaya daya beli kelas menengah ke bawah yang tertekan tadi bisa rebound, sehingga tentu ini bisa mendorong pasar saham bergerak menjadi tinggi lagi," tutup Hans. 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
IHSG Sesi I Hari Ini Turun 1,81 Persen Efek MSCI

IHSG Sesi I Hari Ini Turun 1,81 Persen Efek MSCI

EKONOMI
Penurunan IHSG Seusai Pengumuman MSCI Dinilai Masih Wajar

Penurunan IHSG Seusai Pengumuman MSCI Dinilai Masih Wajar

EKONOMI
IHSG Pagi Hari Ini 13 Mei 2026 Langsung Jatuh Seusai Pengumuman MSCI

IHSG Pagi Hari Ini 13 Mei 2026 Langsung Jatuh Seusai Pengumuman MSCI

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 6.839,5

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 6.839,5

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon