ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penurunan IHSG Seusai Pengumuman MSCI Dinilai Masih Wajar

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:12 WIB
AH
MS
H
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah seusai pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu tekanan pada sejumlah saham besar di pasar modal Indonesia, Rabu (13/5/2026). Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pergerakan pasar masih berada dalam kondisi yang wajar dan terkendali.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, pihaknya terus memonitor respons pasar terhadap pengumuman MSCI yang berdampak pada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami akan terus memonitor respons dan reaksi pasar terhadap kondisi terutama pengumuman yang terjadi. Hari ini kalau kita cermati tadi pukul 10.00 WIB terkonfirmasi ada penurunan indeks, tetapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar,” ujar Hasan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Hasan melanjutkan, pelemahan pasar yang terjadi merupakan konsekuensi normal dari proses rebalancing indeks global tersebut. Ia juga menegaskan saham-saham yang terdampak belum menunjukkan tekanan ekstrem di perdagangan.

“Kalau kita lihat saham-saham yang terdampak sekalipun tidak ada satu pun yang mengalami misalnya kondisi auto rejection bawah. Jadi masih dalam batasan koreksi dengan rentang yang wajar,” lanjutnya.

Selain itu, OJK melihat aktivitas perdagangan masih relatif normal. Frekuensi, volume, dan nilai transaksi dinilai tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

OJK menilai kondisi tersebut menunjukkan belum adanya aksi panic selling di pasar saham domestik.

Di tengah dinamika pasar global dan domestik, OJK juga menyoroti valuasi pasar saham Indonesia yang dinilai semakin menarik. Saat ini, price earning ratio (PER) IHSG disebut sudah turun jauh dibanding posisi saat pasar mencapai rekor tertinggi pada Januari lalu.

Hasan pun berharap investor dapat memanfaatkan momentum koreksi pasar secara selektif untuk mengakumulasi saham-saham dengan fundamental dan prospek kinerja yang baik.

“Ini juga menunjukkan sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja,” ungkap Hasan.

Ke depan, OJK bersama stakeholder terkait lainnya akan terus mencermati perkembangan pasar demi menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon