ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Hari Ini Stabil, Pasar Waspadai Konflik Global

Selasa, 23 September 2025 | 09:41 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi pengeboran lepas pantai yang menghasilkan minyak mentah.
Ilustrasi pengeboran lepas pantai yang menghasilkan minyak mentah. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia bergerak tipis pada perdagangan Selasa (23/9/2025) seiring pelaku pasar menimbang dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Rusia. Selain itu, pasar juga khawatir tarif perdagangan yang dapat menekan permintaan energi.

Minyak mentah Brent tercatat stabil di level US$ 66,56 per barel pada pukul 00.41 GMT atau 07.41 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 2 sen menjadi US$ 62,29 per barel.

Situasi geopolitik masih menjadi perhatian utama pasar. Di Gaza, dua rumah sakit dilaporkan tidak lagi beroperasi akibat meningkatnya serangan darat Israel.

ADVERTISEMENT

Pada saat bersamaan, puluhan pemimpin dunia berkumpul di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas pengakuan Palestina, meski mendapat tentangan dari Israel dan Amerika Serikat.

Di Eropa, Ukraina semakin gencar meluncurkan serangan drone ke fasilitas energi Rusia, menargetkan kilang dan terminal ekspor. 

Uni Eropa juga  berencana mempercepat larangan impor LNG Rusia setahun lebih awal dalam paket sanksi ke-19, setelah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

“Minyak mentah relatif stabil karena pasar masih mencerna dampak langkah Uni Eropa dalam membatasi pasokan energi Rusia,” tulis analis ANZ Daniel Hynes dalam catatan riset.

Selain itu, NATO menuduh Rusia melanggar wilayah udara Estonia dan Polandia, yang dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik. Rusia sendiri mengklaim pasukannya berhasil menguasai pemukiman Kalynivske di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina.

Dari sisi pasokan, ekspor minyak Arab Saudi pada Juli tercatat turun ke level terendah dalam empat bulan, menurut data Joint Organizations Data Initiative (JODI).

Sebaliknya, Irak sebagai produsen terbesar kedua OPEC meningkatkan ekspor sesuai kesepakatan OPEC+, ungkap perusahaan pemasaran minyak negara, SOMO.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanker China Diserang di Selat Hormuz, Dek Kapal Terbakar

Tanker China Diserang di Selat Hormuz, Dek Kapal Terbakar

INTERNASIONAL
Terkoreksi, Harga Minyak Tetap Berada di Atas US$ 100 Per Barel

Terkoreksi, Harga Minyak Tetap Berada di Atas US$ 100 Per Barel

EKONOMI
Harga Perak Naik Tajam Saat Dolar AS Melemah dan Tekanan Suku Bunga

Harga Perak Naik Tajam Saat Dolar AS Melemah dan Tekanan Suku Bunga

EKONOMI
IHSG Tertekan Sentimen Global, Berpotensi Uji Level 7.000

IHSG Tertekan Sentimen Global, Berpotensi Uji Level 7.000

EKONOMI
Iran Peringatkan Kapal Tanker di Selat Hormuz Harus Ekstra Waspada

Iran Peringatkan Kapal Tanker di Selat Hormuz Harus Ekstra Waspada

EKONOMI
Harga Minyak Dunia Kamis 5 Maret Naik 1,89 Persen Imbas Perang Iran

Harga Minyak Dunia Kamis 5 Maret Naik 1,89 Persen Imbas Perang Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon