Harga Perak Naik Tajam Saat Dolar AS Melemah dan Tekanan Suku Bunga
Jumat, 1 Mei 2026 | 08:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (30/4/2026), naik hampir 3% ke level US$ 73,59 per ons troi. Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat dan meredanya tekanan di pasar energi global.
Penguatan perak sejalan dengan sentimen positif di pasar logam mulia, meskipun harga emas masih dibayangi risiko yang menekan kinerja secara bulanan. Emas memang menguat dalam perdagangan harian, tetapi tetap mencatat penurunan selama dua bulan berturut-turut.
Pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak. Kondisi ini dipicu oleh intervensi Bank of Japan untuk menopang yen, yang membuat logam mulia menjadi lebih menarik bagi investor global.
Selain itu, tekanan dari harga energi yang mulai mereda turut memberikan ruang bagi kenaikan logam mulia. Sebelumnya, lonjakan harga minyak sempat memicu kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
Namun, pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. Tingkat suku bunga yang tinggi berpotensi menekan daya tarik logam mulia, termasuk perak, karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya.
Logam mulia lainnya juga mencatat kinerja positif. Harga emas spot naik 1,72% ke US$ 4.621,78 per ons troi, sementara emas berjangka AS menguat 1,63% ke US$ 4.636 per ons troi.
Kenaikan juga terjadi pada platinum yang melonjak 5,3% ke US$ 1.980,13 per ons serta paladium yang menguat 4,9% ke US$ 1.529,45 per ons.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




