Harga Perak Ambles 3,22 Persen, Tertekan Dolar AS dan Sikap The Fed
Jumat, 19 Juni 2026 | 08:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis (18/6/2026) di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan sikap Federal Reserve (The Fed) yang semakin hawkish. Penurunan perak bahkan lebih dalam dibandingkan emas dan sejumlah logam mulia lainnya.
Mengutip Reuters, harga perak spot ditutup merosot 3,22% menjadi US$ 65,72 per ons troi. Pelemahan tersebut terjadi setelah bank sentral AS mempertahankan suku bunga, namun memberi sinyal bahwa peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun masih terbuka.
Sentimen negatif terhadap logam mulia menguat setelah dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam satu tahun. Kondisi tersebut membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli global, sehingga menekan permintaan.
“Hal paling signifikan adalah perubahan nada The Fed yang lebih hawkish. Itu mendorong dolar ke level tertinggi tahun ini, sehingga emas berada di bawah tekanan,” ujar Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant.
Meski pernyataan tersebut merujuk pada emas, tekanan yang sama juga dirasakan pasar perak. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, perak cenderung kehilangan daya tarik ketika ekspektasi suku bunga tinggi meningkat.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember melonjak menjadi 85% dari sebelumnya 61% sebelum pengumuman kebijakan The Fed. Kenaikan ekspektasi tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset berbunga dan memperkuat posisi dolar AS.
Selain faktor moneter, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran merilis kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik. Meredanya ketegangan di Timur Tengah turut menekan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran inflasi global yang sebelumnya menjadi salah satu faktor pendukung harga logam mulia.
Tidak hanya perak, harga emas spot juga turun 1,14% menjadi US$ 4.209,15 per ons troi. Platinum melemah 2,39% ke US$ 1.689,73 per ons troi, sementara paladium terkoreksi 2,94% menjadi US$ 1.282,60 per ons troi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




