Sofyan: Depresiasi Rupiah Tak Refleksikan Fundamental Ekonomi
Rabu, 22 Juli 2015 | 20:57 WIB
Jakarta– Menko Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan, depresiasi nilai tukar rupiah yang terjadi sejak awal tahun ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional. Penegasan itu disampaikan Sofyan menanggapi rumor yang menyebutkan ketidakberdayaan pemerintah menahan depresiasi rupiah melalui jalur fiskal.
"Pelemahan rupiah tidak merefleksikan nilai fundamental kondisi ekonomi kita. Banyak sekali hal yang di luar kontrol kita. Misalnya, isu-isu kenaikan suku bunga The Fed. Itu hal-hal di luar kontrol kita. Sedangkan isu-isu dalam kontrol kita relatif okay," kata Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).
Dia menyebutkan, inflasi merupakan salah satu isu yang di bawah kontrol pemerintah. Disebutkan, budaya mudik di kalangan masyarakat menjadi salah satu faktor yang dapat mengekang laju pertumbuhan inflasi, selama bulan Juli.
"Paling sedikit sampai Lebaran inflasi kita naiknya tidak seberapa. Apalagi biasanya Lebaran terjadi deflasi, sekarang Lebaran terjadi pada tengah bulan. Iya kan. Padahal sampai tanggal 15 Juli kenaikan harga barang masih dalam range yang acceptable," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution mengungkapkan, tekanan terhadap rupiah yang sangat besar mengakibatkan kerentanan kepercayaan atas pengelolaan ekonomi.
Disebutkan, pelemahan rupiah juga dapat mengakibatkan kenaikan risk premium, nilai hedging yang mahal, dan tingkat pengembalian surat utang yang lebih mahal. "Pelemahan rupiah juga berperan terhadap naiknya harga-arga barang impor yang selanjutnya mempengaruhi inflasi,"ujar Darmin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




