ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembahasan Ekonomi Komprehensif dengan Inggris Dimulai September

Selasa, 28 Juli 2015 | 11:24 WIB
B
FB
Penulis: BeritaSatu | Editor: FMB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) beserta delegasi dan PM Inggris David Cameron (ketiga kiri) beserta delegasi melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta,  27 Juli 2015.
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) beserta delegasi dan PM Inggris David Cameron (ketiga kiri) beserta delegasi melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Juli 2015. (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan selama ini tidak ada hambatan dalam kerjasama antara Indonesia dengan Inggris dalam bidang ekonomi dan pembangunan.

JK memaparkan selama ini Indonesia selalu terbuka dengan investasi yang masuk dari Inggris. Terbukti, dengan dimilikinya PT Astra Internasional oleh Inggris.

"Kita kan terbuka. Usaha itu ada macam-macam tetapi kalau dengan Inggris di bidang energi, perdagangan dan keuangan. Inggris termasuk yang terbesar di Eropa," kata JK usai menutup Forum Bisnis Indonesia - Inggris di Hotel Sangri-La, Jakarta, Selasa (28/7).

Namun, JK mengatakan kedatangan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron yang membawa 30 pengusaha bersamanya barulah penjajakan.

ADVERTISEMENT

Pembahasan kerjasama yang sesungguhnya, lanjut JK, baru akan dilaksanakan pada bulan September 2015 di Inggris. Termasuk, pembahasan kerjasama ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Mudah-mudahan (kerjasama) tetapi baru dimulai lagi September," ujar JK.

Selebihnya, JK mengatakan bahwa pengusaha Inggris di tanah air meminta pengurangan bea masuk.

Sebelumnya, usai bertemu Cameron, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pemerintah Inggris bisa menurunkan tarif bea masuk untuk beberapa produk Indonesia yang kini kena tarif tinggi.

"Saya berharap Inggris dapat memberlakukan tarif masuk yang lebih rendah bagi produk Indonesia seperti kayu, pakaian, kopi dan produk perikanan," kata Jokowi usai pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/7).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), tercatat total perdagangan Indonesia dengan Inggris pada 2014 sebesar US$ 2,5 miliar. Dengan porsi ekspor Indonesia ke Inggris adalah sebesar US$ 1,6 miliar dan impor US$ 894 juta atau surplus.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Soal Polemik Video Viral JK, Grace Natalie: Pernyataan Saya Normal

Soal Polemik Video Viral JK, Grace Natalie: Pernyataan Saya Normal

NASIONAL
Pakar UI: Sikap Gibran ke JK Tunjukkan Komunikasi Politik Matang

Pakar UI: Sikap Gibran ke JK Tunjukkan Komunikasi Politik Matang

NASIONAL
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
Gibran Sebut Jusuf Kalla sebagai Mentor dan Idola

Gibran Sebut Jusuf Kalla sebagai Mentor dan Idola

NASIONAL
Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah

Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah

NASIONAL
Klarifikasi Ceramah Viral, Jusuf Kalla: Agama Bukan Alat Konflik

Klarifikasi Ceramah Viral, Jusuf Kalla: Agama Bukan Alat Konflik

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon