Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah
Selasa, 21 April 2026 | 18:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah tokoh lintas agama yang terlibat dalam perundingan damai Malino I dan II membela pernyataan Jusuf Kalla terkait narasi “mati syahid” yang disampaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka menilai tidak ada unsur penistaan agama dalam pernyataan tersebut.
Pertemuan antara Jusuf Kalla dan para pelaku sejarah perdamaian Malino di JS Luwansa, Jakarta, Selasa (21/4/2026) digelar untuk merespons tudingan penistaan agama yang ditujukan kepadanya.
Para tokoh agama yang hadir menegaskan pernyataan JK hanya menggambarkan realitas konflik yang pernah terjadi di Poso dan Maluku.
Pendeta Rinaldi Damanik, yang terlibat dalam perundingan Malino I, menyebut apa yang disampaikan JK sesuai dengan fakta di lapangan saat konflik berlangsung. Menurutnya, pada masa konflik, banyak pihak yang meyakini tindakan kekerasan sebagai bagian dari keyakinan, termasuk anggapan tentang mati syahid.
“Apa yang disampaikan oleh Pak JK tentang berkonflik dengan alasan seperti itu memang terjadi. Tidak usah jauh-jauh lah. Saya pun sendiri berani ke mana-mana karena yakin waktu itu saya pasti masuk surga,” kata pendeta Damanik.
Para tokoh menegaskan, pernyataan JK tidak mengandung doktrin agama, melainkan refleksi dari kondisi konflik masa lalu yang kompleks dan penuh kekerasan. Mereka juga mengingatkan konflik saat itu menimbulkan banyak korban dan luka mendalam bagi masyarakat.
Sementara itu Jusuf Kalla menyatakan pertemuan ini bertujuan agar masyarakat memahami konteks sebenarnya dari pernyataannya di UGM. Ia menegaskan narasi yang disampaikan bukan untuk memicu polemik, melainkan menjelaskan realitas sejarah. JK menyerahkan penilaian terkait polemik ini kepada masyarakat.
Sementara itu, tim ahli IT kini tengah menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan dan memelintir pernyataan tersebut hingga menjadi isu penistaan agama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




