Perusahaan Makanan Terbesar Dunia Jual Bisnis Es Krimnya
Jumat, 20 Februari 2026 | 21:22 WIB
London, Beritasatu.com – Produsen makanan dan minuman terbesar dunia, Nestlé, mengumumkan akan melepas bisnis es krimnya kepada mitra usaha patungan, Froneri.
Divisi tersebut menaungi merek seperti Häagen-Dazs dan Drumstick, yang ditaksir bernilai hampir 1 miliar franc Swiss atau sekitar US$ 1,3 miliar. Nestlé berencana menjual merek-merek itu kepada Froneri yang berbasis di Inggris dalam kurun satu tahun ke depan, tetapi tetap menjadi bagian dari usaha patungan tersebut.
Pengumuman ini mendorong saham Nestlé naik 3% pada perdagangan pagi di Zurich, meski kemudian memangkas sebagian kenaikannya.
Langkah tersebut diambil di tengah upaya Nestlé menyederhanakan operasional dan mendongkrak penjualan di bawah kepemimpinan chief executive officer (CEO) baru, Philipp Navratil. Navratil menggantikan Laurent Freixe pada September, setelah Freixe diberhentikan karena menjalin hubungan pribadi dengan rekan kerjanya.
Dalam laporan kinerja tahunan, Nestlé menyatakan akan memfokuskan bisnis pada empat lini utama, yakni kopi, perawatan hewan peliharaan, nutrisi, serta makanan dan camilan. Portofolio perusahaan mencakup produk seperti Nespresso dan KitKat.
“Kami memfokuskan portofolio pada empat bisnis utama yang dipimpin merek-merek terkuat kami,” ujar Navratil dalam keterangan resmi.
Dalam paparan kepada wartawan, ia menyebut enam merek es krim yang dimiliki Nestlé menjadi distraksi dari portofolio utama perusahaan yang mencakup sereal, kopi, kembang gula, hingga makanan beku. Menurut dia, merek-merek tersebut tidak memiliki skala global yang memadai untuk mendorong pertumbuhan secara optimal.
Froneri dibentuk sekitar satu dekade lalu melalui kemitraan Nestlé dan produsen es krim Inggris R&R. Pada 2019, Nestlé telah menjual unit es krimnya di Amerika Serikat kepada Froneri senilai US$ 4 miliar.
Nestlé bukan satu-satunya perusahaan barang konsumsi yang melepas bisnis es krim. Unilever sebelumnya memisahkan unit es krimnya pada Desember dan membentuk perusahaan baru bernama The Magnum Ice Cream Company, yang kini menjadi bisnis es krim terbesar di dunia.
Langkah itu diambil untuk memfokuskan portofolio pada produk yang lebih sedikit dan lebih strategis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




