ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Konektivitas SIA Group Gerakkan Pariwisata dan Ekonomi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 | 11:26 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Singapore Airlines ikut menggerakkan pariwisata Indonesia.
Singapore Airlines ikut menggerakkan pariwisata Indonesia. (Singapore Airlines)

Jakarta, Beritasatu.com - Deru mesin pesawat Singapore Airlines perlahan mereda saat roda mendarat mulus di landasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Penerbangan dari Singapura pada akhir Desember 2025 itu membawa ratusan penumpang yang ingin menghabiskan pergantian tahun di Pulau Dewata.

Antusiasme tampak jelas dari wajah para penumpang. Tak hanya wisatawan asal Singapura, mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Dari Benua Eropa hingga Amerika, banyak pelancong menjadikan Bandara Changi, Singapura, sebagai persinggahan atau titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Bagi pelancong mancanegara, Singapura telah lama dikenal sebagai simpul penting pariwisata Asia Tenggara. Konektivitas penerbangan yang padat dengan layanan bandara berkelas dunia menjadikan negara ini gerbang strategis menuju Indonesia dan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Changi Airport Group, total lalu lintas penumpang di Bandara Changi Singapura pada 2025 mencapai 69,98 juta, naik 3,4% dibandingkan 2024. Aktivitas pesawat, termasuk lepas landas dan pendaratan, juga meningkat 2,2% menjadi 374.000 pergerakan. Lima pasar penumpang utama Bandara Changi adalah China, Indonesia, Malaysia, Australia, dan India. Adapun rute tersibuk di Bandara Changi pada 2025 meliputi Kuala Lumpur, Bangkok, Jakarta, Denpasar (Bali), dan Hong Kong.

Sementara itu, volume kargo udara pada 2025 mencapai 2,08 juta ton, meningkat sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Mendukung Pariwisata Inbound

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (DPP Asita), Budijanto Ardiansjah menyampaikan, Singapura merupakan transportation hub paling strategis di kawasan Asia Tenggara. Banyak maskapai dari berbagai benua membuka rute langsung ke Singapura karena faktor lokasi yang strategis, infrastruktur modern, serta efisiensi operasional.

Kondisi ini memperkuat fungsi Singapura bukan hanya sebagai destinasi akhir, tetapi juga sebagai simpul transit yang menghubungkan wisatawan ke negara-negara lain di kawasan, termasuk ke Indonesia.

Hingga Januari 2026, sekitar 100 maskapai penerbangan mengoperasikan lebih dari 7.300 penerbangan terjadwal setiap minggu di Bandara Changi Singapura. Jaringan ini menghubungkan Singapura dengan lebih dari 170 kota di 50 negara dan wilayah di seluruh dunia.

"Dari Bandara Changi, para pelancong biasanya sering melanjutkan perjalanan ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia. Jadi memang posisi Singapura sangat penting sebagai transportation and tourism hub," kata Budijanto kepada Beritasatu.com, Jumat (27/2/2026).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia juga sudah sejak lama menjadikan Singapura sebagai hub strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Berbagai promosi pariwisata Indonesia rutin digelar guna memperkenalkan ragam destinasi unggulan, mulai dari kekayaan alam, budaya, hingga wellness tourism (wisata kebugaran).

Salah satu upaya promosi dilakukan melalui ajang business-to-consumer (B2C) berskala internasional bertajuk "NATAS Holidays 2025", yang berlangsung pada 15–17 Agustus 2025 di Singapore Expo, Singapura. Pameran wisata ini menjadi momentum penting untuk menarik minat wisatawan terhadap destinasi-destinasi Indonesia.

Selain promosi langsung ke konsumen, Kemenpar juga memperkuat kerja sama bilateral. Baru-baru ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan dengan Minister of State for Trade & Industry and National Development Singapura, Alvin Tan, pada Januari 2026 dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF). Pertemuan tersebut membahas peningkatan arus wisatawan melalui pengembangan cruise tourism, MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), serta konektivitas penerbangan antara kedua negara.

Widiyanti menegaskan, pertemuan bilateral Indonesia dan Singapura tersebut memperlihatkan pentingnya kemitraan strategis dalam memperkuat konektivitas dan ketahanan pariwisata regional melalui kerangka tourism working group.

Sejumlah wisatawan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis, 25 Desember 2025. - (Beritasatu.com/Sopian Hadi)
Sejumlah wisatawan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis, 25 Desember 2025. - (Beritasatu.com/Sopian Hadi)

"Dalam forum itu, Indonesia mengusulkan inisiatif twinning destination yang mengintegrasikan peran Singapura sebagai hub global dengan keragaman destinasi di Indonesia melalui pembagian peran manajemen konektivitas dan koordinasi wilayah yang lebih efektif," kata Widiyanti dalam pernyataan resminya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari–Desember 2025 sebanyak 15,39 juta kunjungan, naik sebesar 10,80% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Khusus Desember 2025, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,41 juta kunjungan, naik 17,25% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 14,43% dibandingkan Desember 2024. Dari jumlah tersebut, wisman berkebangsaan Singapura mencapai 204.512 kunjungan (14,55%), tertinggi kedua setelah wisman berkebangsaan Malaysia.

Konektivitas Singapore Airlines Group

Salah satu pemain utama dalam jaringan transportasi udara global yang menggerakkan pariwisata Indonesia adalah Singapore Airlines Group (SIA Group). Sebagai maskapai nasional Singapura, SIA Group memainkan peran sentral dalam membangun jaringan penerbangan internasional yang luas, sekaligus menyediakan konektivitas lanjutan ke berbagai kota di Asia Tenggara.

Dengan jaringan rute jarak jauh dan regional yang terintegrasi, Singapore Airlines mempermudah wisatawan mancanegara untuk mengakses berbagai destinasi di Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, dan kota-kota wisata utama lainnya. Peran ini menjadikan SIA Group sebagai penggerak utama pariwisata inbound Indonesia.

Untuk menopang tingginya arus wisatawan ke Indonesia, Singapore Airlines Group membangun jaringan penerbangan yang kuat ke sejumlah pintu masuk utama di Indonesia. Singapore Airlines memfokuskan layanan pada rute strategis menuju Jakarta, Denpasar, Medan, dan Surabaya yang menjadi pusat pergerakan wisata dan bisnis.

Infografis penerbangan Singapore Airlines ke Indonesia per 1 Januari 2026 - (Beritasatu.com/-)
Infografis penerbangan Singapore Airlines ke Indonesia per 1 Januari 2026 - (Beritasatu.com/-)

Sementara itu, maskapai berbiaya hemat anak usaha Singapore Airlines, Scoot, turut memperluas konektivitas dengan melayani belasan destinasi di Indonesia. Rute tersebut meliputi Labuan Bajo-Komodo, Balikpapan, Denpasar-Bali, Jakarta, Lombok, Kertajati, Makassar, Padang, Palembang, Manado, Pekanbaru, Surabaya, Semarang, hingga Yogyakarta (YIA).

Bagi Budijanto Ardiansjah, konektivitas penerbangan yang dihadirkan SIA Group berperan penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata inbound ke Indonesia.

"Banyak penerbangan Singapore Airlines dan Scoot ke kota-kota yang menjadi destinasi wisata di Indonesia. Ini tentu sangat mendukung pariwisata kita," kata Budijanto.

Infografis penerbangan Scoot ke Indonesia per 1 Januari 2026 - (Beritasatu.com/-)
Infografis penerbangan Scoot ke Indonesia per 1 Januari 2026 - (Beritasatu.com/-)

Pihak SIA Group juga memandang Indonesia sebagai pasar strategis di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, berbagai kerja sama penerbangan terus diperdalam untuk memperkuat konektivitas udara kedua negara. Salah satunya melalui kolaborasi Singapore Airlines dengan Garuda Indonesia.

Pada Agustus 2025, kemitraan komersial antara kedua maskapai diperluas dengan peluncuran penjualan bersama produk tiket, penambahan destinasi codeshare, serta akses lounge timbal balik bagi penumpang.

Chief Executive Officer Singapore Airlines, Goh Choon Phong, dalam keterangan resminya pada Agustus 2025 menyampaikan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi kedua maskapai di pasar regional.

"Dengan bekerja sama, kami memanfaatkan kekuatan gabungan kami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mendukung pertumbuhan perjalanan udara antara Singapura dan Indonesia, dan seterusnya," kata Goh Choon Phong.

Mendukung Perdagangan dan Logistik

Singapore Airlines Group tidak hanya berperan dalam mendorong pariwisata inbound Indonesia, tetapi juga memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di pasar global melalui Singapore Airlines Cargo. Konektivitas udara yang solid dari SIA Group menjadi fondasi penting untuk memperlancar arus barang ke Singapura dan berbagai negara, mempercepat proses ekspor-impor, serta menjaga kelancaran distribusi logistik di tengah dinamika ekonomi dunia.

Singapore Airlines Cargo mengoperasikan armada freighter khusus dan memanfaatkan ruang kargo di pesawat penumpang Singapore Airlines dan Scoot untuk mengangkut kargo ke lebih dari 100 kota. Layanan trucking juga tersedia untuk beberapa destinasi tertentu.

Berbasis di Bandara Changi, Singapore Airlines Cargo mampu melakukan transfer cepat antar-pesawat untuk pengiriman yang transit di Singapura. Terminal kargo udara SATS 5 dan 6 yang bersertifikasi ISO memiliki kapasitas gabungan hingga 1,4 juta ton per tahun dan melayani aktivitas ekspor, impor, dan transhipment Singapore Airlines Cargo.

Layanan ini juga didukung terminal kargo khusus SATS Coolport yang dilengkapi teknologi monitoring suhu elektronik dan cold room dengan pengaturan suhu beragam. Fungsinya menangani berbagai komoditas sensitif suhu. Kargo suhu sensitif yang transit di Singapura dipindahkan dengan cepat ke SATS Coolport agar tetap berada dalam rentang suhu optimal, termasuk menggunakan pendingin di area landasan saat perpindahan antar-penerbangan.

Dengan fasilitas dan jaringan yang terintegrasi ini, Singapore Airlines Cargo tidak hanya memperkuat perdagangan Indonesia, tetapi juga memastikan pengiriman logistik berjalan efisien, cepat, dan aman di pasar Singapura dan global.

Singapore Airlines Cargo - (siacargo.com/-)
Singapore Airlines Cargo - (siacargo.com/-)

Singapura sendiri menjadi salah satu pasar penting bagi perdagangan Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam acara media briefing “Capaian Kinerja 2025 dan Program Kerja 2026” di Jakarta, Jumat (6/2/2026) mengungkapkan, Singapura termasuk dalam lima besar pasar utama Indonesia.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia (migas dan nonmigas) pada 2025 mencapai US$ 282,91 miliar, naik 6,15% dibandingkan tahun 2024.

"Pasar utama Indonesia yaitu China, Amerika Serikat (AS), India, Jepang, dan Singapura," kata Mendag Budi Santoso.

Dari sisi ekspor nonmigas, pertumbuhannya pada 2025 sebesar 7,66% menjadi US$ 269,84 miliar dari US$ 250,65 miliar pada 2024. Negara dengan pertumbuhan ekspor nonmigas tertinggi adalah Swiss, Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Bangladesh.

Secara khusus, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Singapura pada 2025 mencapai US$ 9,87 miliar. Sedangkan nilai impor nonmigas dari Singapura mencapai US$ 9,44 miliar.

Data tersebut menunjukkan kuatnya hubungan perdagangan antara Indonesia dan Singapura. Di sisi lain, jaringan dan konektivitas SIA Group melalui layanan Singapore Airlines Cargo juga memainkan peran strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Singapura dan pasar global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT