ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Lebaran, Anggota DPR Nilai Pasokan BBM Nasional Masih Aman

Senin, 9 Maret 2026 | 13:11 WIB
DA
S
Penulis: Dede Adhitama | Editor: JTO
Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron di Kompleks DPR/MPR, Kamis 25 September 2025.
Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron di Kompleks DPR/MPR, Kamis 25 September 2025. (Beritasatu.com/Ilham Oktafian)

Kota Cirebon, Beritasatu.com - Pemerintah telah melakukan evaluasi bersama Pertamina, PLN, dan sektor angkutan darat terkait kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik menjelang Idulfitri 2026. Hasil evaluasi menunjukkan stok bahan bakar minyak (BBM) dinilai masih mencukupi untuk sekitar 21 hari ke depan.

Demikian disampaikan Anggota DPR sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (9/3/2026).

Herman Khaeron mengatakan pemerintah terus menambah pasokan BBM seiring meningkatnya kebutuhan selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan energi selama masa libur Idulfitri.

ADVERTISEMENT

“Evaluasi kemarin untuk arus mudik dan arus balik ketersediaan BBM baik dari ketersediaan maupun keterjangkauan siap dan masih cukup untuk 21 hari kerja. Jadi masih cukup dan itu terus ditambah sejalan dengan tingkat kebutuhan yang tentu sangat dibutuhkan nanti saat mudik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kenaikan harga minyak internasional yang terjadi akibat konflik di kawasan Teluk. Menurut Herman, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga energi di dalam negeri, namun pemerintah diyakini memiliki strategi untuk mengantisipasinya.

“Kenaikan harga minyak internasional yang dipicu konflik di kawasan Teluk berpotensi berdampak pada harga energi, namun saya meyakini pemerintah memiliki strategi untuk mengelola situasi tersebut,” jelasnya.

Herman mencontohkan kebijakan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah melakukan penyesuaian harga BBM dengan tetap memberikan jaring pengaman sosial serta stimulus ekonomi bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diyakini telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan BBM, stabilitas harga, serta ketahanan APBN di tengah meningkatnya permintaan energi selama momentum Lebaran.

“Kami serahkan kepada Presiden Prabowo. Saya meyakini pemerintah dengan para menterinya memiliki strategi cara dan bagaimana mengelola situasi saat ini sehingga masyarakat dari sisi daya beli tidak kerepotan untuk bisa mengakses bahan bakar dan BBM selalu tersedia serta terjangkau,” kata Herman.

Ia memperkirakan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Idul Fitri. Namun, kemungkinan penyesuaian tetap dapat terjadi pada jenis BBM yang mengikuti mekanisme harga pasar.

Selain itu, pemerintah dinilai dapat mempertimbangkan kebijakan kompensasi seperti yang pernah diterapkan pada tarif listrik oleh PLN, guna memastikan kenaikan harga energi tidak melampaui daya beli masyarakat sekaligus menjaga kekuatan anggaran negara di tengah tekanan global.

“Kami serahkan kepada Presiden Prabowo. Saya meyakini pemerintah dengan para menterinya memiliki strategi cara dan bagaimana mengelola situasi saat ini sehingga masyarakat dari sisi daya beli tidak kerepotan untuk bisa mengakses bahan bakar dan BBM selalu tersedia serta terjangkau,” kata Herman.

Ia memperkirakan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Idulfitri. Namun, kemungkinan penyesuaian tetap dapat terjadi pada jenis BBM yang mengikuti mekanisme harga pasar.

Selain itu, pemerintah dinilai dapat mempertimbangkan kebijakan kompensasi seperti yang pernah diterapkan pada tarif listrik oleh PLN, guna memastikan kenaikan harga energi tidak melampaui daya beli masyarakat sekaligus menjaga kekuatan anggaran negara di tengah tekanan global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT