ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

GOTO Pangkas Kerugian hingga 77 Persen

Rabu, 11 Maret 2026 | 18:35 WIB
MF
MK
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: MBK
Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil menekan rugi secara signifikan di kuartal pertama tahun ini
Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil menekan rugi secara signifikan di kuartal pertama tahun ini (Dok. GOTO/Dokumentasi)

Jakarta, Beritasatu.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat perbaikan signifikan pada kinerja keuangan sepanjang 2025.

Perseroan berhasil memangkas rugi bersih hingga 77% seiring meningkatnya pendapatan dan penguatan disiplin biaya di seluruh lini usaha.

Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 18,32 triliun atau tumbuh 15,27% dibandingkan Rp 15,89 triliun pada tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan berasal dari imbalan jasa sebesar Rp 5,68 triliun, jasa pengiriman Rp 5,77 triliun, pendapatan pinjaman Rp 3,78 triliun, imbalan iklan Rp 533,26 miliar, serta pendapatan lainnya Rp 1,71 triliun.

ADVERTISEMENT

Perseroan juga mencatat imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia yang kini berada di bawah TikTok sebesar Rp 819,72 miliar atau tumbuh 31,82% secara tahunan.

Pada saat yang sama, total biaya dan beban tercatat Rp 17,70 triliun atau meningkat tipis 3,12% dibandingkan 2024. Efisiensi tersebut mendorong rugi usaha turun signifikan menjadi Rp 378,25 miliar dari Rp 2,24 triliun pada 2024, atau menyusut 83,12%.

Dengan perbaikan tersebut, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 1,18 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan Rp 5,15 triliun pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan momentum perbaikan ini mencerminkan proses transformasi perusahaan yang mulai memberikan hasil nyata.

“Kami membukukan kinerja kuat sepanjang 2025 dengan gross transaction value (GTV) inti tumbuh 49% dan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang kami tetapkan. Untuk 2026, kami menargetkan EBITDA yang disesuaikan di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun,” ujar Hans dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan pertumbuhan kinerja diperkirakan berlanjut di seluruh lini fintech dan on-demand services (ODS), dengan proyeksi percepatan pertumbuhan pendapatan ODS pada paruh kedua 2026.

Fokus utama manajemen adalah menghadirkan solusi yang relevan bagi segmen affluent maupun mass market sambil terus memperkuat kapabilitas inti perusahaan.

Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menegaskan peningkatan profitabilitas tersebut menjadi bukti efektivitas strategi yang dijalankan perusahaan.

“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, didukung pertumbuhan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif. Free cash flow yang disesuaikan juga kembali positif, menandai penguatan fundamental bisnis dan efektivitas alokasi modal,” ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

GoTo Tunjuk Hans Patuwo Jadi Dirut Gantikan Patrick Walujo

GoTo Tunjuk Hans Patuwo Jadi Dirut Gantikan Patrick Walujo

EKONOMI
Rencana Merger GoTo dan Grab, KPPU Ingatkan Potensi Monopoli

Rencana Merger GoTo dan Grab, KPPU Ingatkan Potensi Monopoli

EKONOMI
Hans Patuwo Disiapkan Jadi Nahkoda Baru, Saham GOTO Melonjak

Hans Patuwo Disiapkan Jadi Nahkoda Baru, Saham GOTO Melonjak

EKONOMI
Patrick Walujo Mundur, GOTO Usulkan Hans Patuwo Jabat Dirut

Patrick Walujo Mundur, GOTO Usulkan Hans Patuwo Jabat Dirut

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT