Genjot Investasi, Elnusa Habiskan Rp 566 Miliar pada 2025
Kamis, 12 Maret 2026 | 05:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Elnusa Tbk (ELSA) merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 566 miliar sepanjang 2025 atau setara 95% dari target Rp 594 miliar.
Sebagai perusahaan di bawah subholding upstream Pertamina, Elnusa menegaskan realisasi capex 2025 menjadi fondasi penting untuk memperkuat kapasitas bisnis pada 2026, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan jasa energi dan aktivitas hulu migas nasional.
Sepanjang tahun buku 2025, fundamental perseroan tetap solid. Elnusa mencatat pendapatan usaha Rp 14,5 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan, earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 1,5 triliun, laba bersih Rp 718 miliar, serta arus kas operasi Rp 1,7 triliun.
Kinerja keuangan yang sehat tersebut memberikan ruang ekspansi yang lebih besar melalui belanja modal yang terukur.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menjelaskan belanja modal perseroan diarahkan secara selektif untuk memperkuat daya saing di seluruh lini bisnis.
“Penguatan aset dan teknologi menjadi prioritas strategis Elnusa dalam menjaga keandalan layanan sekaligus membuka peluang kontrak baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
“Dengan fondasi keuangan yang solid, kami optimistis berada pada posisi yang semakin kuat untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri energi,” tambahnya.
Pada lini jasa hulu migas terintegrasi, investasi difokuskan pada pengadaan coiled tubing units, cementing units, dan seismic nodes untuk mendukung pertumbuhan layanan well intervention dan survei seismik.
Pada segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi, Elnusa memperkuat jaringan distribusi dengan penambahan armada mobil tangki bahan bakar minyak (BBM).
Di segmen jasa penunjang migas, perseroan menambah armada maritim seperti hopper barge dan docking barges, serta mengembangkan fasilitas workshop dan warehouse di Batam.
Peningkatan infrastruktur juga dilakukan melalui pengembangan warehouse Duri, peningkatan fasilitas firefighting di WHS BSD, serta penguatan sistem komunikasi operasional.
Portofolio bisnis Elnusa masih menunjukkan ketahanan tinggi. Segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi menyumbang 60% pendapatan, disusul jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28%, serta jasa penunjang migas 12%.
Dari sisi neraca, perseroan mencatat total aset Rp 10,9 triliun dan ekuitas Rp 5,3 triliun dengan net profit margin stabil di level 5%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Semen Padang vs Persib: Teja Bisa Ukir Rekor Baru di Tanah Kelahiran




