Jejak Karier Hernawan Bekti Sasongko, Wakil Ketua OJK yang Baru
Kamis, 12 Maret 2026 | 12:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penunjukan Hernawan Bekti Sasongko sebagai wakil ketua dewan komisioner di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu perkembangan penting dalam kepemimpinan regulator sektor jasa keuangan di Indonesia.
Ia terpilih setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang digelar oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (11/3/2026).
Keputusan tersebut memperlihatkan kepercayaan parlemen terhadap rekam jejak Hernawan sebagai ekonom yang telah lama berkecimpung dalam kebijakan ekonomi serta pengawasan sektor keuangan.
Pengalaman profesionalnya di berbagai lembaga, termasuk bank sentral dan OJK, menjadikan dirinya sebagai salah satu figur teknokrat yang dinilai memahami dinamika sektor keuangan nasional maupun global.
Profil Hernawan Bekti Sasongko
Hernawan Bekti Sasongko memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi dan kebijakan keuangan. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan studi ke luar negeri dan meraih gelar magister dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia.
Pendidikan tersebut memberikan fondasi penting dalam pengembangan keahlian ekonomi internasional serta pemahaman terhadap kebijakan sektor keuangan.
Perjalanan karier Hernawan Bekti Sasongko dimulai di Bank Indonesia. Pada institusi tersebut ia terlibat dalam berbagai tugas yang berkaitan dengan analisis ekonomi dan kebijakan internasional.
Pada periode 2003 hingga 2006, ia menjalankan tugas sebagai senior economist Bank Indonesia di New York, Amerika Serikat. Penugasan tersebut memberinya pengalaman memantau perkembangan ekonomi global sekaligus memperluas pemahaman terhadap dinamika pasar keuangan internasional.
Setelah kembali ke Indonesia, Hernawan melanjutkan kariernya di Departemen Internasional Bank Indonesia. Pada periode 2010 hingga 2013 ia menjabat sebagai kepala divisi sekaligus analis ekonomi senior yang bertanggung jawab melakukan analisis perkembangan ekonomi global serta menyusun rekomendasi kebijakan bagi bank sentral.
Pengalaman panjang di Bank Indonesia membuka jalan bagi Hernawan Bekti Sasongko untuk bergabung dengan OJK. Pada lembaga yang berperan sebagai regulator sektor jasa keuangan tersebut, ia dipercaya menempati sejumlah posisi strategis.
Pada periode 2016 hingga 2017, ia menjabat sebagai deputi komisioner manajemen strategis OJK. Dalam posisi tersebut, dia berperan merumuskan arah kebijakan strategis lembaga serta memastikan pelaksanaan program organisasi berjalan sesuai rencana.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai advisor senior sekaligus deputi komisioner strategic committee OJK pada periode 2017 hingga 2020. Pada tahap ini ia memberikan berbagai masukan strategis kepada dewan komisioner terkait pengembangan kebijakan serta penguatan kinerja lembaga.
Selanjutnya, pada periode 2020 hingga 2022, ia mengemban jabatan sebagai deputi komisioner internasional dan riset OJK. Posisi tersebut berfokus pada penguatan kerja sama internasional serta pengembangan riset kebijakan yang mendukung stabilitas sektor keuangan nasional.
Selain berkarier di lingkungan OJK, Hernawan Bekti Sasongko juga memiliki pengalaman di sektor korporasi dan lembaga keuangan lainnya. Ia pernah menjabat sebagai komisaris independen di PT Elnusa Tbk pada periode 2022 hingga 2024.
Sejak 2022, ia juga dipercaya menjabat sebagai komisaris utama di PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), perusahaan yang berperan dalam layanan kliring serta penjaminan transaksi perdagangan berjangka.
Di sisi lain, sejak 2023 ia tercatat sebagai anggota badan supervisi OJK. Lembaga ini memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan fungsi serta kewenangan OJK.
Terpilih Menjadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
Rekam jejak panjang di sektor keuangan mengantarkan Hernawan Bekti Sasongko terpilih sebagai wakil ketua dewan komisioner OJK. Penetapan tersebut dilakukan setelah ia mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan yang diselenggarakan oleh Komisi XI DPR.
Dalam proses seleksi tersebut, para kandidat diuji terkait pemahaman regulasi sektor keuangan, integritas, kemampuan kepemimpinan, serta visi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Selain Hernawan, Komisi XI DPR juga menetapkan sejumlah pejabat baru dalam struktur pimpinan OJK. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai ketua dewan komisioner OJK.
Kemudian Hasan Fawzi menjabat sebagai kepala eksekutif pengawas pasar modal, Adi Budiarso sebagai kepala eksekutif pengawas inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital dan aset kripto, serta Dicky Kartikoyono sebagai kepala eksekutif pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen.
Penunjukan Hernawan Bekti Sasongko berlangsung di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor keuangan nasional. Perkembangan teknologi finansial, dinamika ekonomi global, serta kebutuhan peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi beberapa isu penting yang memerlukan perhatian regulator.
Pengalaman panjang dalam kebijakan ekonomi serta kerja sama internasional memberi bekal kuat bagi Hernawan Bekti Sasongko untuk berkontribusi memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan sekaligus mendorong inovasi yang tetap menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Semen Padang vs Persib: Teja Bisa Ukir Rekor Baru di Tanah Kelahiran




