Profil Dicky Kartikoyono, Eks Pejabat BI yang Jadi Anggota DK OJK
Kamis, 12 Maret 2026 | 12:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nama Dicky Kartikoyono menjadi perhatian setelah ditetapkan sebagai salah satu anggota dewan komisioner di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia dipercaya menjabat sebagai kepala eksekutif pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen setelah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Selain Dicky, Komisi XI DPR juga menetapkan sejumlah pejabat baru dalam struktur pimpinan OJK. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai ketua dewan komisioner OJK, dan wakilnya Hernawan Bekti Sasongko.
Kemudian Hasan Fawzi menjabat sebagai kepala eksekutif pengawas pasar modal, serta Adi Budiarso sebagai kepala eksekutif pengawas inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital dan aset kripto.
Penunjukan tersebut menandai babak baru perjalanan karier Dicky di sektor kebijakan keuangan. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pejabat senior di Bank Indonesia (BI) dengan pengalaman panjang dalam pengembangan sistem pembayaran serta manajemen strategis di bank sentral.
Selama bertahun-tahun berkarier di BI, Dicky terlibat dalam berbagai kebijakan penting yang berkaitan dengan penguatan sistem pembayaran nasional dan pengembangan ekosistem keuangan digital.
Profil Dicky Kartikoyono
Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada 19 Desember 1967. Ia memulai pendidikan di bidang akuntansi melalui program diploma akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI dan meraih gelar sarjana akuntansi pada 1994.
Untuk memperluas keahlian di bidang manajemen proyek, Dicky kemudian melanjutkan studi ke George Washington University di Amerika Serikat dan memperoleh gelar master di bidang project management pada 1999.
Bekal pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di bidang kebijakan keuangan dan pengelolaan organisasi.
Karier profesional Dicky Kartikoyono dimulai di sektor pemerintahan setelah menyelesaikan pendidikan di STAN. Ia sempat bekerja di Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebelum akhirnya bergabung dengan Bank Indonesia pada 3 April 1995.
Sejak saat itu, ia mengabdikan sebagian besar kariernya di bank sentral. Dalam perjalanannya, Dicky dipercaya menempati berbagai posisi strategis yang berkaitan dengan pengembangan kebijakan sistem pembayaran, manajemen organisasi, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya, antara lain kepala departemen kebijakan sistem pembayaran BI sejak 2023, kepala departemen manajemen strategis dan tata kelola BI pada periode 2022–2023, serta kepala kantor perwakilan Bank Indonesia di London pada periode 2020–2022.
Ia juga pernah menjabat sebagai pegawai setingkat direktur eksekutif di Kantor Perwakilan BI London. Selain itu, Dicky juga pernah menjadi kepala departemen sumber daya manusia BI pada periode 2017–2019, kepala divisi strategi organisasi departemen SDM BI, serta kepala grup GKOS Departemen SDM BI.
Melalui berbagai posisi tersebut, ia dikenal sebagai salah satu figur yang terlibat dalam pengembangan kebijakan sistem pembayaran nasional, terutama pada masa percepatan digitalisasi sektor keuangan.
Pengalaman panjang di Bank Indonesia membuat nama Dicky Kartikoyono pernah masuk dalam daftar kandidat pejabat tinggi bank sentral. Pada 1 Juli 2025, ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR setelah diusulkan sebagai calon deputi gubernur BI.
Dalam pemaparannya saat itu, Dicky menekankan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur sistem pembayaran serta pengelolaan data yang efisien dan tangguh.
Ia menilai ekosistem keuangan digital yang sehat dan terpercaya dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam proses uji kelayakan untuk posisi dewan komisioner OJK, Dicky Kartikoyono juga menyoroti pentingnya optimalisasi penyaluran kredit perbankan serta penguatan pembiayaan melalui pasar modal.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi memerlukan keseimbangan antara penawaran (supply) dan permintaan (demand) dari sektor riil. Ketersediaan pembiayaan dari sektor perbankan perlu diiringi dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan dari dunia usaha.
Untuk mendorong hal tersebut, Dicky menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan. Ia mengusulkan pendekatan kolaborasi multipihak yang melibatkan regulator, pemerintah, pelaku usaha, hingga lembaga penegak hukum.
Pendekatan tersebut dikenal sebagai konsep pentahelix, yaitu kerja sama lintas sektor untuk mengidentifikasi serta mengatasi berbagai hambatan pembiayaan ekonomi atau debottlenecking.
Peran Baru di Otoritas Jasa Keuangan
Setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Dicky Kartikoyono akhirnya ditetapkan sebagai anggota dewan komisioner OJK sekaligus kepala eksekutif pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen.
Dalam jabatan tersebut, Dicky Kartikoyono menggantikan Friderica Widyasari Dewi yang kemudian dipercaya menjabat sebagai ketua dewan komisioner OJK. Peran baru ini menempatkan Dicky pada posisi strategis dalam mengawasi perilaku pelaku industri jasa keuangan sekaligus memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Semen Padang vs Persib: Teja Bisa Ukir Rekor Baru di Tanah Kelahiran




