KAI Bakal Bangun 5.484 Rusun Subsidi di 4 Kota
Senin, 16 Maret 2026 | 17:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun sebanyak 5.484 unit rumah susun (rusun) bersubsidi berbasis transit oriented development (TOD) yang tersebar di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan selain proyek hunian di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, pembangunan rusun juga akan dilakukan secara bertahap di Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Di kawasan Manggarai, pembangunan akan memanfaatkan lahan seluas 6.925 meter persegi yang terdiri dari dua blok dengan total sekitar 2.200 unit hunian.
Sementara itu di Bandung, proyek hunian akan dibangun di kawasan Stasiun Kiaracondong dengan luas lahan sekitar 7.600 meter persegi. Proyek tersebut direncanakan terdiri dari dua menara dengan total sekitar 753 unit hunian.
Adapun di Semarang, pembangunan rusun akan dilakukan di kawasan sekitar RS Kariadi dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare. Proyek ini direncanakan memiliki dua menara dengan ketinggian sekitar 42 lantai serta menyediakan sekitar 1.042 unit hunian.
Sementara itu di Surabaya, pembangunan rusun akan berada di kawasan Stasiun Gubeng. Proyek tersebut akan menempati lahan sekitar 1,2 hektare dengan rencana pembangunan dua menara setinggi 52 lantai dan menyediakan sekitar 1.489 unit hunian.
“Pengembangan hunian di kawasan stasiun merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap program pembangunan 3 juta rumah,” ujar Bobby di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, unit rumah susun yang dibangun akan terdiri dari dua tipe, yakni tipe 45 dan tipe 52. Pembangunan proyek ini ditargetkan rampung dan mulai dilakukan serah terima kunci pada awal 2027.
Menurut Bobby, pengembangan kawasan berbasis TOD dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan sekaligus memperluas akses terhadap hunian yang terjangkau.
“Dengan hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan akan lebih efisien serta memudahkan mobilitas masyarakat perkotaan,” jelasnya.
Bobby menambahkan KAI memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan berbasis TOD karena perusahaan memiliki aset lahan yang luas di berbagai wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, KAI diperkirakan memiliki potensi pengembangan hingga sekitar 131.000 unit hunian dari total kepemilikan lahan yang mencapai sekitar 320 juta meter persegi di seluruh Indonesia.
“Dengan luas lahan tersebut, KAI memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan berbasis transit oriented development yang dapat mendukung mobilitas perkotaan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




