ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lonjakan Konsumsi Lebaran Bisa Bawa Ekonomi Tembus 5,5 Persen

Selasa, 17 Maret 2026 | 03:30 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi: Pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi: Pertumbuhan ekonomi (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai peningkatan konsumsi rumah tangga selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan perputaran uang selama perayaan dan libur Idulfitri berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga rata-rata 10%–15%.

“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idulfitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10%–15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 yang ditargetkan sebesar 5,4% sampai 5,5%,” kata Sarman Simanjorang dalam keterangannya.

Sarman menambahkan optimisme tersebut juga didukung oleh aktivitas ekonomi pada kuartal I 2026 secara keseluruhan. Pada periode tersebut terdapat sejumlah momentum libur besar, mulai dari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, hingga Tahun Baru Imlek pada Februari.

ADVERTISEMENT

“Maka kami sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dapat mencapai target,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah bersama para pemangku kepentingan perlu menjaga psikologi masyarakat di tengah ketidakpastian akibat konflik global.

“Yang paling penting pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026, sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing-masing,” jelas Sarman.

Ia menambahkan masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik global, termasuk konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi memengaruhi pasokan energi.

“Hal ini penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi guna mendukung konsumsi dan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran tahun ini.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain program diskon transportasi darat, laut, dan udara, kepastian pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja, pemberian bonus hari raya (BHR) bagi mitra pengemudi dan kurir daring, hingga penerapan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) selama lima hari bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kebijakan Tepat Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tantangan

Kebijakan Tepat Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tantangan

EKONOMI
Gejolak Geopolitik Masih Hantui Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan RI

Gejolak Geopolitik Masih Hantui Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan RI

EKONOMI
Mulai Terlihat Perlambatan, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Melemah

Mulai Terlihat Perlambatan, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Melemah

EKONOMI
Kapolri: Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Harus Dijaga di Tengah Global

Kapolri: Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Harus Dijaga di Tengah Global

NASIONAL
Survival Mode Ekonomi RI, Purbaya: Jangan Ada Lagi Inefisiensi

Survival Mode Ekonomi RI, Purbaya: Jangan Ada Lagi Inefisiensi

EKONOMI
Dialog dengan Pengusaha AS, Purbaya Paparkan Ketahanan Ekonomi RI

Dialog dengan Pengusaha AS, Purbaya Paparkan Ketahanan Ekonomi RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon