Efektivitas WFH Terbatas untuk Tekan Konsumsi Energi Dinilai Minim
Selasa, 24 Maret 2026 | 18:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kebijakan work from home (WFH) yang tengah dipertimbangkan pemerintah dinilai dapat membantu menekan konsumsi energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Namun, efektivitasnya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan apabila hanya diterapkan secara terbatas.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, menyebut WFH merupakan langkah jangka pendek yang bisa mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga berdampak langsung pada penurunan penggunaan BBM.
Menurutnya, pengalaman saat pandemi Covid-19 pada 2020 menjadi bukti bahwa pembatasan aktivitas mampu menekan konsumsi energi secara signifikan.
"Pada 2020 ketika pandemi Covid-19, data yang saya lihat terjadi penurunan konsumsi BBM nasional kurang lebih 12,9% selama setahun,” ungkap Abra dalam program Investor Market Today di Beritasatu TV, Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, Abra menilai kondisi saat ini berbeda. Apabila pada masa pandemi pembatasan dilakukan secara luas dan ketat, maka penerapan WFH terbatas yang hanya berlangsung satu hari dinilai tidak akan memberikan dampak besar terhadap penurunan konsumsi energi.
Kendati begitu, kebijakan ini tetap dianggap penting sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghemat energi, terutama di tengah tantangan global terkait pasokan energi.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk beralih ke alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan, seperti menggunakan transportasi umum maupun kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




