ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Perkuat Posisi dalam Ekonomi Halal Global

Rabu, 1 April 2026 | 21:43 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid bersama Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel
Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid bersama Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia terus memperkuat perannya dalam ekonomi halal global, tidak hanya sebagai pasar terbesar, tetapi juga sebagai bagian penting dalam rantai pasok dan perdagangan internasional.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai konsumen produk halal terbesar di dunia. Namun, potensi untuk menjadi produsen sekaligus eksportir global dinilai semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan produk halal di berbagai kawasan.

Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid menilai Indonesia memiliki fondasi kuat untuk memainkan peran lebih besar di pasar global.

ADVERTISEMENT

“Indonesia memiliki pasar, kapasitas produksi, dan basis pelaku usaha yang kuat. Dengan konektivitas yang semakin terbangun, peluang memperluas kehadiran di pasar global akan semakin besar,” ujar Arsjad dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Arsjad menilai secara global, peluang ekonomi halal terus berkembang. Permintaan produk halal meningkat di berbagai negara, sementara ruang untuk memperkuat konektivitas perdagangan antarnegara masih sangat luas.

Data dari Islamic Centre for Development of Trade yang berada di bawah Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukkan pasokan produk halal ke negara-negara muslim saat ini masih didominasi oleh negara nonmuslim, seperti Brasil dan India. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan konektivitas perdagangan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi halal.

“Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi momentum untuk memperluas peran di kancah global. Penguatan dari sisi domestik terus dilakukan, termasuk melalui kebijakan wajib halal yang ditargetkan berlaku pada 2026 guna memastikan standar yang konsisten dan meningkatkan kepercayaan pasar,” lanjutnya, 

Di sisi lain, perluasan akses pasar global juga terus didorong. Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah B57+ Asia-Pacific yang diluncurkan pada Februari 2026 di Indonesia.

Platform ini dirancang untuk memperkuat konektivitas perdagangan dan investasi lintas negara, sekaligus membuka jalur yang lebih terstruktur antara pelaku usaha, pembeli, dan sumber pembiayaan.

"Penguatan konektivitas akan mempercepat transformasi potensi menjadi realisasi di pasar internasional. Karena itu, penguatan domestik dan pembukaan akses global perlu berjalan secara beriringan.

Dengan arah tersebut, Indonesia dinilai Arsjad semakin siap memperluas perannya, tidak hanya sebagai pasar terbesar, tetapi juga sebagai produsen dan eksportir utama dalam ekonomi halal global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT