Menteri Baru Diminta Stabilkan Harga Pangan
Sabtu, 15 Agustus 2015 | 16:35 WIB
Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta jajaran menteri baru hasil perombakan kebinet (reshuffle) khususnya di bidang ekonomi segera melakukan fungsi koordinasi guna menstabilkan harga pangan. Buanglah jauh-jauh ego sektoral karena yang dirugikan adalah rakyat Indonesia.
"Harapan Hipmi dari reshuffle terkait ekonomi adalah bisa menstabilkan harga pangan karena ini menyangkut harkat hidup orang banyak," kata Ketua Bidang Perdagangan Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Ian Dafy Fachry kepada Beritasatu.com, Sabtu (15/8).
Davy mengatakan, sejumlah menteri teknis di bidang ekonomi harus duduk bersama agar saling mendukung antara program satu kementerian dengan yang lain. Kebijakan para menteri teknis perlu dikoordinir agar optimal untuk memperbaiki ekonomi, khususnya menstabilkan harga pangan. "Buanglah jauh-jauh ego sektoral karena yang dirugikan adalah rakyat Indonesia sendiri," kata Dafy.
Di sisi lain Davy mengungkapkan, meski pelaku pasar modal menanggapi dingin reshuffle kabinet, namun pidato kepresidenan soal Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) kemarin bisa meredam gejolak pasar. Hal itu perlu diikuti kebijakan konkret presiden, karena apabila hanya berdasarkan pidato akan semu. "Mungkin bisa diredam, tapi sebentar saja. Perlu tindakan nyata untuk meredam gejolak pasar dan memastikan anggaran belanja terserap dengan baik," kata Davy.
Presiden telah melantik enam menteri baru reshuffle yakni Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menko polhukam, Darmin Nasution sebagai menko perekonomian, Rizal Ramli sebagai menteri kemaritiman, Thomas Lembong sebagai mendag menggantikan Rachmat Gobel, Pramono Anung sebagai seskab menggantikan Andi Widjayanto, dan Sofyan Djalil sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




