ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Kuartal II, Utang Luar Negeri Tumbuh 6,3%

Kamis, 20 Agustus 2015 | 02:54 WIB
MW
B
Penulis: Margye J Waisapy | Editor: B1
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (dua kiri), Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad (kanan), Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait(dua kanan), dan Wakil Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani (kiri), menjadi pembicara dalam diskusi Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016 di Kantor Sekretariat DPP TMP di Jakarta, 19 Agustus 2015.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (dua kiri), Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad (kanan), Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait(dua kanan), dan Wakil Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani (kiri), menjadi pembicara dalam diskusi Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016 di Kantor Sekretariat DPP TMP di Jakarta, 19 Agustus 2015. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan utang luar negeri (ULN) pada akhir kuartal II-2015 sebesar 6,3% year on year (yoy). Pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan kuartal I-2015 yang mencapai 7,9% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikatif BI Tirta Segara menjelaskan, posisi ULN per akhir kuartal II sebesar US$ 304,3 miliar, terdiri dari ULN sektor publik US$ 134,6 miliar (44% dari total ULN) dan ULN sektor swasta US$ 169,7 miliar (55,8% dari total ULN). ULN sektor swasta tercatat melambat dari kuartal sebelumnya 13,4%, menjadi 9,7% (yoy).

Dengan perkembangan tersebut, debt service ratio (DSR) atau rasio utang terhadap pendapatan ekspor sedikit membaik, dari 56,9% pada kuartal I menjadi 56,3% pada kuartal II.

Menurut Tirta, DSR sekitar 56,3% tergolong tinggi. Level tersebut masih konservatif. Untuk itu, ke depan ekspor harus didorong.

ADVERTISEMENT

"Ya cukup tinggi (DSR) karena lebih tinggi dari rasio normal, kalau menurut lembaga internasional sekitar 30-33%," ujar Tirta usai mengikuti diskusi Taruna Merah Putih di Jakarta, Rabu (19/8).

Sementara itu, berdasarkan jangka waktu asal, BI mencatatkan posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN berjangka panjang sebesar 85% dari total ULN, yakni mencapai US$ 258,7 miliar atau tumbuh 8,1% (yoy).

Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 9,2% (yoy). Adapun ULN jangka panjang tersebut terdiri dari ULN sektor publik US$ 131,3 miliar dan ULN sektor swasta US$ 127,4 miliar. Sedangkan ULN berjangka pendek hanya sebesar 2,9% (yoy), setelah kuartal sebelumnya tumbuh 0,7% (yoy).

Di sisi lain, per akhir kuartal II ULN sektor swasta tercatat fokus pada sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas, dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,3%.

Pada triwulan II-2015, pertumbuhan tahunan ULN sektor keuangan, industri pengolahan, serta listrik, gas, dan air bersih mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Sedangkan ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi.

"BI memandang perkembangan ULN ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang melambat. BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya sektor swasta," kata Tirta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Bakal Terus Turunkan Beli Dolar Tanpa Underlying hingga US$ 25.000

BI Bakal Terus Turunkan Beli Dolar Tanpa Underlying hingga US$ 25.000

EKONOMI
Dunia Tak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 PR Ekonomi RI

Dunia Tak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 PR Ekonomi RI

EKONOMI
Stabilisasi Rupiah Tak Bisa hanya Andalkan BI

Stabilisasi Rupiah Tak Bisa hanya Andalkan BI

EKONOMI
BI Longgarkan NDF Offshore demi Stabilkan Rupiah

BI Longgarkan NDF Offshore demi Stabilkan Rupiah

EKONOMI
Indeks Manufaktur Naik 52 Persen, Industri Pengolahan ke Fase Ekspansi

Indeks Manufaktur Naik 52 Persen, Industri Pengolahan ke Fase Ekspansi

EKONOMI
BI Ungkap 3 Kunci Ketahanan Ekonomi di Hadapan Investor Global

BI Ungkap 3 Kunci Ketahanan Ekonomi di Hadapan Investor Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon