ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank BJB Dorong Deposito dan CASA ke Posisi Seimbang

Selasa, 13 Oktober 2015 | 22:54 WIB
PN
B
Penulis: Paulus Nitbani | Editor: B1
Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan.
Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan. (MI/Uthan A Rachim/Uthan A Rachim)

Jakarta-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) terus mendorong adanya keseimbangan antara deposito atau dana mahal dengan current account and savings account (CASA) atau dana murah.

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan mengatakan, perseroan menargetkan komposisi dana pihak ketiga (DPK) antara deposito dan dana murah dapat berimbang. Bahkan, sebutnya, Bank BJB memiliki target dapat meningkatkan CASA hingga mencapai 55%.

"Dengan upaya yang terus dilakukan hingga saat ini yakni meningkatkan kerja sama kelembagaan dengan sejumlah institusi seperti yang terbaru yaitu Taspen dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Jawa Barat," katanya, Selasa (13/10).

Dia menyampaikan, tabungan menjadi prioritas karena besarnya kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank, salah satunya dapat diukur melalui besarnya portofolio tabungan dan jumlah transaksi yang dilakukan. "Namun, giro dan deposito pun tetap harus tumbuh untuk keseimbangan komposisi dana," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Untuk menarik minat nasabah terus meningkatkan tabungan dan transaksi keuangannya di Bank BJB, perseroan menyiapkan program peningkatan loyalitas nasabah serta hadiah langsung, di samping secara internal perseroan terus meningkatkan layanan. "Produk terus dikembangkan sehingga meningkatkan value yang dapat dirasakan oleh para nasabah. Dengan luasnya jaringan yang kami punya di hampir seluruh kota besar di Indonesia, masyarakat pun dapat menilai bahwa Bank BJB semakin dapat diandalkan dan dipercaya," tuturnya.

Terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Ahmad Irfan menyampaikan, perseroan tidak terlalu terpengaruh karena eksposur kredit maupun komposisi DPK dalam bentuk valuta asing, khususnya dolar AS, jumlahnya sangat kecil. Adapun terkait keputusan Bank Indonesia menjaga tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di tengah adanya desakan untuk menurunkan BI Rate, Bank BJB mempercayai, kebijakan BI telah mempertimbangkan berbagai faktor dari sisi internal maupun eksternal.

"Tentunya kami berharap keputusan yang diambil dapat memberikan angin segar bagi kami sebagai pelaku industri perbankan. Saat ini, kami pun sedang mengurangi deposito atau dana mahal secara bertahap dan meningkatkan CASA," paparnya.

Sementara itu, soal bisnis intermediasinya, Ahmd Irfan menyatakan, perseroan saat ini memiliki tingkat likuiditas yang cukup sehat, sebagai buah dari terjaganya keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan (DPK). "Di sisi penyaluran dana atau kredit, Bank BJB gencar melakukan penetrasi melalui skema kerja sama linkage dengan BPR. Di sisi lain, kami terus meningkatkan DPK dengan mengutamakan dana-dana murah," katanya.

Dia menyatakan, Bank BJB menargetkan pada tahun ini rasio tersebut dapat menyentuh 90%-92%, di mana per Agustus 2015 perseroannya mencatat tingkat loan to deposit ratio (LDR) berada di level 73%.

Menurut dia, potensi yang sedemikian besar baik yang berasal dari institusi maupun perorangan, terus digali Bank BJB dengan melakukan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan dengan pihak-pihak tersebut. "Terus kami gali kerja sama yang bersifat business to government maupun business to business seiring dengan langkah kami dalam mengembangkan kualitas layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah," ujarnya.

Dalam melakukan ekspansi kredit, Bank BJB mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dan berkualitas dengan menyasar segmen yang selama ini sudah menjadi expertise Bank BJB dengan tingkat risiko yang sudah diperhitungkan dengan matang. Di sisi lain, berdasarkan data perseroan, dari total DPK per Juni 2015 yang mencapai Rp 77,3 triliun, sebesar 49% di antaranya adalah dana murah (CASA). "Kami optimistis angka ini akan semakin meningkat di akhir tahun 2015 mendatang," sebut Ahmad.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

EKONOMI
RUPST bank bjb Resmi Tunjuk Pengurus Baru, Dorong Tata Kelola Lebih Solid

RUPST bank bjb Resmi Tunjuk Pengurus Baru, Dorong Tata Kelola Lebih Solid

EKONOMI
RUPST Tahun Buku 2025 Bank BJB

RUPST Tahun Buku 2025 Bank BJB

MULTIMEDIA
KPK Fokus Dalami Korupsi Anggaran Iklan Bank Milik Pemda Rp 222 Miliar

KPK Fokus Dalami Korupsi Anggaran Iklan Bank Milik Pemda Rp 222 Miliar

NASIONAL
GoPay Hadirkan Fitur Tarik Tunai Saldo Tanpa Kartu di Seluruh Jaringan ATM BRI dan bank bjb

GoPay Hadirkan Fitur Tarik Tunai Saldo Tanpa Kartu di Seluruh Jaringan ATM BRI dan bank bjb

EKONOMI
Bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp 221,4 Triliun

Bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp 221,4 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon