Presiden Tinjau Proyek Bandara DEO Sorong
Jumat, 1 Januari 2016 | 07:02 WIBJakarta - Presiden Joko Widodo melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Papua untuk meninjau pengerjaan pembangunan Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong, Papua Barat, Kamis (31/12). Kunjungan itu dilakukan Kepala Negara seusai meresmikan tiga bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, yakni Bandara Komodo di Labuan Bajo dan dua bandara di Papua (Bandara Wamena dan Bandara Utarom Kaimana). "Dalam tinjauannya tersebut, Presiden didampingi Menteri Perhubungan dan beberapa pejabat lainnya,’ kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan (Kemhub) JA Barata dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip Investor Daily, Jumat (1/1).
Lebih jauh, Kemhub terus berupaya mengembangkan Bandara Kelas I Domine Eduard Osok sejalan dengan fokus kementerian untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan transportasi. Progres pengembangan Bandara DEO yang dimulai pada 2011, antara lain gedung terminal penumpang menjadi dua lantai, pemasangan garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x-ray dan kabin multi view, serta penambahan fasilitas lainnya, seperti area konsesi, area kerbside, dan pembaruan desain interior terminal.
Pada 2015, pengembangan Bandara DEO menggunakan anggaran APBN lebih dari Rp 154 miliar rupiah. Dalam kurun waktu lima tahun ini, total anggaran APBN yang digunakan untuk pengembangan bandara DEO sekitar Rp 236 miliar. Pengerjaan terminal bandara ditargetkan tuntas seluruhnya pada Januari 2016 ini. "Bandara DEO Sorong kini tampak lebih megah dan nyaman, dengan desain arsitektur terminal penumpang yang lebih modern. Terminal dibangun dua lantai dan memiliki fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap yang akan menambah kenyamanan penumpang," papar Barata.
Sebagai bandara pengumpan, lanjut dia, Bandara DEO Sorong telah melayani penerbangan domestik dan penerbangan perintis yang dioperasikan oleh beberapa maskapai, di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Ekspress Air, dan Susi air. Penerbangan perintis dilayani oleh maskapai Susi air ke beberapa wilayah sekitar, seperti ke daerah Ayawasi, Inawatan, Teminabuan, dan Waisai.
Pergerakan pesawat di salah satu bandara tersibuk dan terbesar di semenanjung kepala burung ini tumbuh rata-rata 3,3% tiap tahunnya. Tercatat ada 9.000 lebih pergerakan pesawat per tahunnya. Dari sisi penumpang, rata-rata pertumbuhan penumpang per tahunnya mencapai 13,2%, yakni pada 2014 ada sekitar 500 ribu lebih penumpang. Untuk kargo, rata-rata pertumbuhan kargo sekitar 17,2% per tahun.
Sementara itu, Sorong sebagai kota industri, memiliki letak yang strategis dan memiliki sumber daya alam yang menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Kota ini juga dikelilingi oleh objek wisata seperti Raja Ampat yang menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. "Dengan adanya pengembangan Bandara DEO, diharapkan pelayanan sektor transportasi udara di kota Sorong dan sekitarnya makin meningkat dalam rangka mengembangkan kawasan timur Indonesia dan mewujudkan paradigma pembangunan Indonesia sentris," jelas Barata.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




