ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rencana Pemboran Lapindo Dikaji Ulang

Senin, 11 Januari 2016 | 17:05 WIB
RA
WP
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: WBP
Sebuah alat berat melakukan pengurukan dan pemadatan tanah sebagai tahap awal pengeboran sumur gas bumi di Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, 8 Januari 2016.
Sebuah alat berat melakukan pengurukan dan pemadatan tanah sebagai tahap awal pengeboran sumur gas bumi di Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, 8 Januari 2016. (Antara/Umarul Faruq)

Jakarta - Pemerintah akan melakukan kajian ulang yang lebih mendalam terhadap rencana pemboran Sumur Tanggulangin oleh Lapindo Brantas Inc.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, pihaknya sudah meminta Lapindo menghentikan rencana pemboran Sumur Tanggulangin. Selanjutnya, Kementerian ESDM bersama pihak terkait lainnya akan melakukan kajian mendalam atas rencana tersebut.

"Jadi nanti ada kajian teknis yang lebih mendalam, dibahas lagi bersama SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi), Badan Geologi, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Komite Eksplorasi Nasional (KEN), sampai Pemerintah Daerah," kata dia dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (11/1).

Meski demikian, pihaknya tidak bisa memastikan kajian ini selesai. Kementerian ESDM sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada para ahli untuk menyelesaikan kajian tersebut. Atas dasar itu, ESDM juga tidak bisa memastikan apakah Lapindo masih bisa membor sumur pada tahun ini. "Kami tidak mau berandai-andai, kita tunggu saja hasil kajiannya," ujar Wiratmaja.

ADVERTISEMENT

Pemerintah sudah menghentikan seluruh kegiatan Lapindo di lapangan. Sebelum dihentikan, rencana pemboran Sumur Tanggulangin oleh Lapindo baru sampai tahap persiapan area pemboran.

Perusahaan migas itu mengajukan rencana pemboran dengan alasan bahwa lapisan yang akan dibor jauh lebih dalam. Sementara blow out yang terjadi dulu berada di lapisan atasnya di mana ada rekahan. Pemerintah meminta Lapindo untuk melakukan seismik sebelum menjalankan rencana tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon