Kemtan Tegaskan Stok Beras Dalam Negeri Melimpah
Jumat, 22 Januari 2016 | 17:42 WIB
Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Suwandi, menyatakan, sebanyak 900.000 ton beras impor saat ini masih tersimpan di Gudang Bulog. Kondisi tersebut, kata dia, membuktikan bahwa impor yang dilakukan pemerintah hanya untuk keperluan cadangan nasional.
"Hingga hari ini, masyarakat Indonesia belum mengonsumsi beras impor. Kebutuhan beras sebesar 2,6 juta ton per bulan cukup dipenuhi dari produksi dalam negeri," ujar Suwandi dalam siaran persnya, Jumat (22/1).
Terkait impor beras, kata dia, menurut data BPS pada 2 November 2015 merilis Angka Ramalan-II (ARAM-II) 2015 produksi padi sebanyak 74,99 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 5,84 persen dari produksi tahun 2014.
Dengan produksi gabah tersebut, diperoleh beras setara 43,61 juta ton. Hal ini, kata Suwandi, berarti surplus untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan sekitar 33,35 juta ton beras nasional.
"Surplus beras sebesar 10,25 juta ton saat ini berada tersebar di produsen, penggilingan, pedagang, industri, rumah makan, restoran, konsumen dan di Bulog," jelas dia.
Suwandi melanjutkan, saat ini ketersediaan beras dalam negeri melimpah. Bahkan, lanjut dia, Indonesia sempat mengekspor beras kelas khusus (organis) sebanyak 148 ton di November 2015 kemarin.
Sementara itu, ketersediaan beras untuk periode Januari - Maret 2016 dipastikan melimpah. Hal tersebut dikarenakan, akan ada panen 5 juta ton gabah yang setara dengan 3,1 juta tok beras di bulan Februari mendatang.
"Sedangkan untuk Maret, akan ada panen gabah sebanyak 12,56 ton atau setara dengan 7,9 juta ton beras. Sementara itu konsumsi beras penduduk hanya 2,6 juta ton per bulan," kata Suwandi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




