Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
Selasa, 28 April 2026 | 23:12 WIB
Ciamis, Beritasatu.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan stok beras saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Wamentan Sudaryono memeriksa tumpukan karung beras di dalam gudang Bulog Ciamis untuk memastikan kuantitas dan kualitasnya. Menurutnya, pemantauan ini dilakukan untuk menjamin data di lapangan sesuai dengan laporan yang diterima pusat.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi fluktuasi harga di pasar. Dengan ketersediaan stok yang melimpah di gudang-gudang daerah seperti Ciamis, pemerintah optimistis dapat melakukan intervensi pasar kapan saja jika terjadi lonjakan harga.
"Hari ini saya mengecek gudang Bulog di Ciamis. Saya ingin memastikan stok beras benar-benar ada, kualitasnya terjaga, dan distribusinya lancar. Hasilnya, kita lihat sendiri, stok melimpah," ujar Wamentan Sudaryono saat sidak ke gudang Bulog Pamalayan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (27/4/2026).
Wamentan menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isu kelangkaan pangan. Menurutnya, kondisi gudang yang penuh justru menjadi bukti bahwa penyerapan gabah oleh Bulog berjalan optimal, sehingga cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini telah melampaui lima juta ton.
"Stok yang ada di Bulog Ciamis merupakan bukti serapan gabah petani berjalan baik. Kita pastikan nasional aman, tidak ada masalah dengan ketersediaan beras," lanjutnya.
Menurutnya, meski stok beras dipastikan aman tetapi melalui penerapan sistem yang ketat akan membuat kualitas beras terjaga dengan baik.
"Selain itu, kualitas beras yang tersimpan dinilai tetap terjaga berkat sistem pengelolaan yang semakin disiplin, termasuk penerapan metode first in first out (FIFO) dalam distribusi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Ciamis Johan Wahyudi memastikan, stok beras di wilayahnya dalam kondisi sangat aman, bahkan melampaui kapasitas gudang yang tersedia.
Ia menyebutkan, penyerapan gabah dari petani berlangsung intensif, dengan rata-rata mencapai 1.000 ton per hari. Kondisi ini diyakini mampu menjaga ketersediaan stok hingga akhir tahun 2026.
"Untuk wilayah Ciamis dan Priangan Timur, stok kami mencapai sekitar 32.000 hingga 33.000 ton, dan itu masih terus bertambah. Kami sampai harus menyewa gudang tambahan,” katanya.
Terkait distribusi, dirinya menjelaskan penyaluran beras dilakukan melalui berbagai program pemerintah seperti bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta untuk kebutuhan darurat seperti bencana alam.
Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan distribusi dan kualitas beras tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global.
"Idealnya kapasitas bisa ditingkatkan hingga 50.000 ton. Artinya perlu tambahan dua hingga empat gudang baru," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




