ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jaga Harga, Bulog Terus Gelontorkan Beras SPHP

Kamis, 30 April 2026 | 22:32 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Beras SPHP
Beras SPHP (Beritasatu.com/Budiman)

Jakarta, Beritasatu.com – Perum Bulog menegaskan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilakukan secara masif sepanjang 2026 guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, program SPHP menjadi instrumen strategis agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

“Penyaluran beras SPHP dilakukan sepanjang tahun untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan akses masyarakat terhadap beras tetap terjaga,” ujar Rizal dilansir dari Antara, Kamis (30/4/2026).

Ia menyebutkan, Bulog terus memperkuat peran sebagai operator utama dalam menjaga pasokan dan harga beras nasional. Hingga akhir April 2026, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat lebih dari 5 juta ton.

ADVERTISEMENT

Bulog juga bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan tanpa jeda sejak awal tahun.

Adapun realisasi penyaluran beras SPHP hingga akhir April 2026 telah mencapai lebih dari 380.000 ton. Jumlah tersebut terdiri atas 221.000 ton lanjutan program 2025 yang disalurkan pada Januari–Februari 2026, serta 167.300 ton dari program 2026 yang mulai berjalan sejak Maret.

“Capaian ini menunjukkan distribusi beras tetap berjalan konsisten tanpa gangguan pada masa transisi program,” kata Rizal.

Sepanjang 2026, Bulog mendapat penugasan untuk menyalurkan total 828.000 ton beras SPHP sesuai arahan Badan Pangan Nasional.

Untuk memperluas jangkauan, distribusi dilakukan melalui berbagai kanal, seperti pedagang di pasar rakyat, BUMN, koperasi, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, outlet binaan pemerintah daerah, serta dukungan TNI dan Polri melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah.

Selain itu, distribusi juga diperkuat melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang telah mencapai sekitar 80.000 titik di seluruh Indonesia, serta diperluas ke ritel modern dan swalayan.

“Langkah ini untuk memastikan akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah dan merata,” ujarnya.

Beras SPHP disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas medium dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi).

Sebesar Rp 13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), serta Rp 13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku dan Papua).

Rizal menegaskan, dengan dukungan stok yang kuat, jaringan distribusi luas, serta sinergi lintas sektor, program SPHP akan terus dioptimalkan sepanjang 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

EKONOMI
Bapanas: Harga Pangan setelah Iduladha Tetap Terkendali

Bapanas: Harga Pangan setelah Iduladha Tetap Terkendali

EKONOMI
Harga Beras SPHP Tetap Aman Saat Dolar AS Naik

Harga Beras SPHP Tetap Aman Saat Dolar AS Naik

EKONOMI
Tertinggi dalam Sejarah, Stok Beras Bulog Tembus 5,46 Juta Ton

Tertinggi dalam Sejarah, Stok Beras Bulog Tembus 5,46 Juta Ton

EKONOMI
Bulog Pastikan Harga Beras SPHP Maksimal Rp 13.500 Per Kg

Bulog Pastikan Harga Beras SPHP Maksimal Rp 13.500 Per Kg

EKONOMI
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon