ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tertinggi dalam Sejarah, Stok Beras Bulog Tembus 5,46 Juta Ton

Senin, 25 Mei 2026 | 12:39 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok beras yang dikelola perusahaan mencapai 5,36 juta ton. Jumlah itu menjadi stok tertinggi sepanjang sejarah dengan dukungan kapasitas penyimpanan sekitar 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.

“Saat ini stok beras yang kami kelola sekitar 5,36 juta ton, stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton,” kata Rizal Ramdhani dilansir dari Antara, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan kapasitas penyimpanan tersebut akan terus diperkuat seiring peningkatan produksi padi nasional. Langkah itu dilakukan agar Bulog semakin optimal menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan cadangan beras pemerintah dan stabilisasi pangan.

Dari sisi pengadaan, Rizal menyebut Bulog telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton sepanjang 2025. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan peran aktif perusahaan dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.

ADVERTISEMENT

“Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, kami tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen,” ujar Rizal.

Ia menambahkan Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Bulog pada 2026 akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik. Langkah itu menjadi bagian strategi jangka panjang untuk mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Rizal juga mengatakan pihaknya terus memperkuat peran strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan melalui edukasi dan dialog bersama generasi muda.

Ia menegaskan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif dari dunia kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya gagasan baru.

Menurut dia, penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, serta memastikan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.

“Di titik inilah Bulog menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,” ucap Rizal.

Dia pun berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, riset, inovasi, serta komunikasi publik yang konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia.

“Dengan kolaborasi antara negara, Bulog, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kuat dari hulu ke hilir,” kata Rizal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentan Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

Mentan Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

EKONOMI
Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

EKONOMI
Cadangan Beras Pemerintah Cetak Rekor Baru 5,37 Juta Ton

Cadangan Beras Pemerintah Cetak Rekor Baru 5,37 Juta Ton

EKONOMI
Jaga Harga, Bulog Terus Gelontorkan Beras SPHP

Jaga Harga, Bulog Terus Gelontorkan Beras SPHP

EKONOMI
Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

JAWA BARAT
Harga Beras SPHP Tak Naik tetapi Pembelian Dibatasi

Harga Beras SPHP Tak Naik tetapi Pembelian Dibatasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon