Datangkan 500 Sapi dari NTT, Mentan: Stabilisasi Harga Daging Tidak Bisa Instan
Selasa, 9 Februari 2016 | 10:35 WIB
Jakarta- Sebanyak 500 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diangkut dengan kapal khusus ternak Camara Nusantara I Surabaya, Selasa (9/2) bersandar di Dermaga 107 Terminal Penumpang Nusantara II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sapi tersebut akan dipasarkan tiga perusahaan milik pemerintah yakni PD Dharma Jaya, PT Berdikari (Persero), dan Perum Bulog.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang ikut meninjau langsung menegaskan stabilisasi harga daging sapi tidak bisa dilakukan dengan instan karena melibatkan berbagai sektor.
"Sapi-sapi lokal ini penting untuk masuk ke Pulau Jawa, supaya bisa mengubah struktur pasar dan harga saat ini, sehingga bisa stabil dan turun," ujar Amran, di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, usai meninjau langsung masuk ke dalam kapal Camara Nusantara I, Selasa (9/2).
Sebanyak 500 ekor sapi yang didatangkan Kementerian Pertanian tersebut terdiri dari 300 ekor sapi Bali yang diangkut dari Pelabuhan Tenau (Kabupaten Kupang, NTT) dan 200 ekor sapi Sumba Ongole yang diangkut dari Pelabuhan Waingapu (Kabupaten Sumba Timur, NTT).
Menurutnya, sejak akhir Januari 2016 lalu, ada 13 pengusaha lokal yang menggunakan Kapal Camara Nusantara I. Adapun Kapal Camara mengajukan permintaan dengan jumlah 1.063 ekor sapi. "Dengan memotong mata rantai distribusi, kita harapkan terjadi efisiensi sehingga mengurangi susut ternak selama perjalanan pengangkutan," tambah Amran.
Amran juga mengungkapkan ternak tersebut akan datang dua kali dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan sapi di Pulau Jawa. Kemtan tidak hanya berpatokan pada pasokan sapi dari NTT, namun juga dari NTB, Lampung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. "Sehingga harga daging di Jakarta bisa turun hingga Rp 85.000 per kilogram (kg) rata-rata di seluruh pasar di Jabodetabek," lanjutnya.
Ia optimistis harga daging sapi akan menurun secara bertahap. Penurunan membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan hanya satu hari. "Biaya transportasi untuk satu ekor sapi dari yang tadinya Rp 1,8 juta menjadi Rp 320.000, harga daging sapi di tingkat konsumen bisa menjadi Rp 85.0000 per kg, di tingkat petani juga bisa terangkat dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg," jelas Amran.
Selain itu durasi waktu pengangkutan sapi-sapi tersebut juga bisa dipangkas dari semula dua bulan, sekarang hanya lima sampai tujuh hari saja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




