ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jamkrindo Kembangkan Bisnis Penjaminan Kredit Pensiun

Jumat, 29 April 2016 | 20:38 WIB
GR
FH
Penulis: Gita Rossiana | Editor: FER
Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Diding S Anwar
Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Diding S Anwar (Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta - Perum Jamkrindo bekerjasama dengan PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) tentang penjaminan kredit pensiun dan penjaminan kredit umum. Diharapkan kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi para pensiunan dan pengusaha ritel di dalam negeri.

Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S Anwar, mengatakan, pihaknya menyambut baik perjanjian kerjasama ini dengan harapan akan menguntungkan kedua belah pihak. Perum Jamkrindo, lanjut dia, satu-satunya BUMN yang penugasannya adalah memberikan penjaminan sesuai amanat UU No 1 / 2016 tentang Penjaminan.

Penjaminan kredit yang dilakukan oleh Perum Jamkrindo sendiri, kata Diding, memiliki dua skim yakni langsung dan tak langsung bagi kegiatan usaha UMKM dan Koperasi yang feasible tetapi tidak bankable.

"Penjaminan tidak langsung yakni melalui fasilitas pihak ketiga seperti penyaluran KUR oleh perbankan. Sementara untuk langsung bisa juga UMKM datang ke penjaminan untuk di fasilitasi ke pihak perbankan dan non bank," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4).

ADVERTISEMENT

Diding berharap, dengan adanya kerjasama ini, pertumbuhan bisnis penjaminan akan semakin baik. Jamkrindo menargetkan pada 2016 volume penjaminan kredit bisa mencapai Rp115 triliun. Sebanyak Rp 65 triliun di antaranya akan ditarget dari penjaminan non KUR dan sisanya dari penjaminan KUR.

Saat ini Perum Jamkrindo telah memiliki Kantor Cabang di seluruh Indonesia sebanyak 56 Kantor Cabang, dan telah mendirikan pula 10 Kantor Unit Pelayanan (KUP) ditingkat Kabupaten/Kota.

Direktur Utama Bank Mantap Nixon LP Napitupulu mengatakan, pihaknya merupakan perusahaan baru di bisnis perkreditan. Dengan adanya kerjasama dengan Perum Jamkrindo ini maka akan sangat mendukung bisnis perusahaan dalam memberikan kredit dana pensiun dan juga kredit umum bagi pengusaha ritel.

"Semoga kerjasama ini bermanfaat bagi pensiunan dan pengusaha mikro di Indonesia," kata dia.

Total aset yang dimilikinya mencapai Rp 3,5 triliun dan ditargetkan akhir tahun bisa mencapai Rp 5 triliun. Sedangkan bisnis kredit Bank Mantap saat ini sudah mencapai Rp 300 Miliar dan diharapkan akan bisa menembus angka Rp 1 triliun tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banyak Usaha Keluarga di Asia Tak Miliki Penerus yang Jelas

Banyak Usaha Keluarga di Asia Tak Miliki Penerus yang Jelas

EKONOMI
Bisnis Indonesia Kini Bergantung pada AI: Ancaman atau Peluang?

Bisnis Indonesia Kini Bergantung pada AI: Ancaman atau Peluang?

EKONOMI
Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

EKONOMI
Presiden Prabowo Ingatkan Integritas Pengurus Koperasi Merah Putih

Presiden Prabowo Ingatkan Integritas Pengurus Koperasi Merah Putih

EKONOMI
Kuliah Bukan Halangan, Mahasiswa Perlu Giat Bangun Bisnis Sendiri

Kuliah Bukan Halangan, Mahasiswa Perlu Giat Bangun Bisnis Sendiri

NASIONAL
Presiden Prabowo Siap Berantas Premanisme Pengganggu Iklim Bisnis

Presiden Prabowo Siap Berantas Premanisme Pengganggu Iklim Bisnis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon