ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penyebab Utama Bisnis Keluarga Jarang Berhasil, Kadin Beri Solusi

Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:42 WIB
AH
JS
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: JJS
Ilustrasi Kadin
Ilustrasi Kadin (./Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkap fakta menarik soal struktur usaha di Indonesia yaitu 95% perusahaan di Tanah Air merupakan perusahaan keluarga atau usaha turunan. Sayangnya, hanya segelintir yang berhasil bertahan lintas generasi.

"Kecenderungannya generasi ke-3 dan 4 tidak bisa melanjutkan usahanya," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi, Aviliani, dalam sebuah diskusi di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Perusahaan keluarga di Indonesia menyumbang sekitar 25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun hanya 13% yang mampu melanjutkan usaha ke generasi berikutnya.

ADVERTISEMENT

Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan visi antar generasi. Banyak generasi baru yang tidak memiliki minat atau pandangan yang sama dengan pendiri usaha, sehingga menyebabkan konflik internal hingga berujung pada penjualan bisnis.

Aviliani mencontohkan kasus perusahaan legendaris Nyonya Meneer yang akhirnya tutup setelah ratusan tahun beroperasi karena konflik internal keluarga.

Tidak hanya masalah internal, perusahaan keluarga juga rentan terdampak gejolak eksternal, seperti krisis keuangan global. Contohnya saat krisis keuangan 2008 yang menciptakan ketidakpastian besar di pasar keuangan nasional.

Menurut Aviliani, banyak perusahaan yang tumbang lalu berganti nama dan kepemilikan baru. Hanya sedikit yang mampu berkembang dari skala mikro menjadi besar. Akibatnya, jumlah perusahaan besar di Indonesia masih sangat terbatas.

"Kita harus berhenti menunggu ekonomi stabil. Ketidakpastian akan selalu ada. Yang perlu dilakukan adalah mengelola dinamika tersebut," tegasnya.

Sebagai solusi, Aviliani mendorong penguatan tata kelola perusahaan melalui konsep Governance, Risk and Compliance (GRC). Tidak hanya untuk sektor keuangan, konsep ini penting juga bagi sektor riil dan perusahaan keluarga.

Penerapan GRC dinilai dapat meningkatkan transparansi, mempermudah akses terhadap investor, menyediakan mitigasi risiko yang kuat, dan meningkatkan kepercayaan mitra bisnis.

"Dengan GRC, perusahaan lebih dipercaya investor. Ini penting untuk mendorong investasi yang lebih besar, agar pertumbuhan ekonomi nasional bisa capai 8%," jelas Aviliani.

Sayangnya, kesadaran penerapan GRC di kalangan perusahaan keluarga masih rendah. Banyak yang enggan membuka diri karena tak ingin kepemilikan perusahaan berpindah tangan, meski hal ini menghambat pertumbuhan bisnis.

"Masih ada yang berpikir yang penting usaha jalan, tanpa memikirkan partner yang bisa membantu berkembang," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kadin Dorong Industri dan Investasi untuk Ciptakan Jutaan Pekerjaan

Kadin Dorong Industri dan Investasi untuk Ciptakan Jutaan Pekerjaan

EKONOMI
Kadin Ajak Pengusaha Daerah Masuk Pasar Modal

Kadin Ajak Pengusaha Daerah Masuk Pasar Modal

EKONOMI
Kadin Sebut Dewan Bisnis RI-Prancis Langkah Penting Investasi

Kadin Sebut Dewan Bisnis RI-Prancis Langkah Penting Investasi

EKONOMI
Kadin Khawatir Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Daya Beli Masyarakat

Kadin Khawatir Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Daya Beli Masyarakat

EKONOMI
Danantara Pastikan Aturan Ekspor SDA Terus Dievaluasi Bersama

Danantara Pastikan Aturan Ekspor SDA Terus Dievaluasi Bersama

EKONOMI
Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon