ESDM Batal Revisi Formula Harga Batu Bara Acuan
Kamis, 14 Juli 2016 | 16:22 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) batal merevisi formula Harga Batu bara Acuan (HBA). Padahal rencana revisi tersebut sudah bergulir sejak 2015 silam dan sejumlah pihak sudah menyampaikan usulan.
"Formula HBA masih menggunakan yang selama ini dipakai," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko di Jakarta, Kamis (14/7).
Sujatmiko menuturkan, dianulirnya revisi formula HBA lantaran harga batu bara belum membaik. Dia bilang, perubahan formula HBA berdampak negatif ke pasar sehingga semakin menekan harga komoditas.
"Kami kuatir, perubahan formula HBA menjadi sentimen negatif ke pasar," jelasnya.
Formula HBA mengacu pada empat index yang dipakai yakni Indonesia Coal Index, Index Platts-59, New Castle Export Index (NEX) dan New Castle Global Coal Index (GC). Porsi masing-masing index sebesar 25 persen.
Revisi formula HBA sebenarnya bertujuan untuk mencerminkan harga batu bara Indonesia sesungguhnya. Pasalnya, Indonesia merupakan penghasil terbesar batu bara kalori rendah. Namun, harga batu baranya malah mengacu pada index pasar internasional.
Berdasarkan catatan Beritasatu.com, sebenarnya naskah revisi formula HBA sudah rampung. Dalam naskah itu hanya tiga index yang dipakai yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Export Index (NEX) dan New Castle Global Coal Index (GC). ICI mendapat porsi terbesar yakni 50 persen. Sedangkan NEX dan GC masing-masing mendapat porsi 25 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




