ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi: Dunia Muslim Perlu Inovasi Menghadapi Tantangan Ekonomi, Terorisme, dan Politik

Selasa, 2 Agustus 2016 | 21:38 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya saat pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) Ke-12 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 2 Agustus 2016.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya saat pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) Ke-12 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 2 Agustus 2016. (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) ke-12. Presiden memaparkan tantangan perekonomian global. Presiden berharap agar negara-negara Islam dapat menjadi sebuah kekuatan ekonomi yang berpengaruh di dunia.

"Ekonomi dunia lemah dan pemulihannya masih rentan. Kita harus mengakui inovasi dapat menciptakan pemenang dan pecundang, ketika inovasi semakin besar kita bisa memang," kata Presiden dalam pidatonya pada pembukan WIEF ke-12 di Jakarta, Selasa (2/8).

"Kita harus hati-hati pada inovasi yang didasarkan kerakusan, inovasi harus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat tidak otomatis dengan inovasi, hanya pemerintah yang dapat memastikan inovasi dapat terasa merata di kaum miskin."

Presiden menyatakan, negara-negara muslim dunia juga menghadapi tantangan di bidang terorisme dan ketidakstabilan politik.

ADVERTISEMENT

"Kita melihat serangan teror besar dan kecil terjadi di dunia, dapat dikatakan situasi politik di berbagai kawasan dunia tidak dapat diprediksi pada awal abad ini. Kita harus membangun budaya terbuka, di mana kita bukan hanya menoleransi perbedaan, namun secara tulus menghormati perbedaan," ujarnya.

Presiden berharap WIEF dapat menghasilkan keputusan strategis. Keputusan yang membangkitkan kesejahteraan umat Islam di dunia. "Saya yakin diskusi Anda di Jakarta akan memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk menciptakan masyarkat muslim sejahtera. Saya berharap konferensi berguna bagi kita semua," ucapnya.

Sekadar diketahui, WIEF dihadiri beberapa kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara Islam di dunia. Terdapat 69 negara yang menjadi peserta WIEF. Pertemuan akan berlangsung 2-4 Agustus 2016.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam sambutannya menekankan pentingnya stabilitas politik dalam pembangunan ekonomi. "Ini adalah forum ekonomi, tapi izinkan saya membuat satu poin menarik, tanpa stabilitas politik tak bisa kita majukan ekonomi. Invasi Irak secara khusus memulai serangkaian bencana kekacauan dan negara-negara seperti Irak dan Timur Tengah lainnya yang disebut Arab Spring," kata Najib.

"Kita menghadapi ancaman dari teroris yang gunakan topeng Islam. Kita sebagai negara-negara mayoritas muslim harus mengutuk mereka. Mereka menculik kaum muda kita. Harus ada undang-undang agar aparat kita mengambil langkah yang dibutuhkan."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon