ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wapres Sebut Penguatan Rupiah Didorong Tax Amnesty

Rabu, 28 September 2016 | 13:14 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (tengah) mendengarkan penjelasan Dirut Semen Indonesia, Rizkan Chandra (kedua kanan) saat mengunjugi stan Semen Indonesia pada pameran IBD Expo di JCC Jakarta, Kamis, 8 September 2016.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (tengah) mendengarkan penjelasan Dirut Semen Indonesia, Rizkan Chandra (kedua kanan) saat mengunjugi stan Semen Indonesia pada pameran IBD Expo di JCC Jakarta, Kamis, 8 September 2016. (BeritaSatu Photo/si)

Jakarta - Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Tren penguatan tersebut, terlihat hingga Rabu (28/9) siang, dimana mata uang Rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 12.910 -Rp 12.940 per dolar AS.

Menanggapi penguatan rupiah, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), mengatakan, hal itu terjadi karena dorongan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak yang mulai dimanfaatkan oleh para pengusaha.

"Pada dewasa ini tentu karena melihat potensi-potensi dari pada tax amnesty cukup baik, maka tentu rupiah menguat. Antara lain karena itu," kata JK usai membuka pameran ketenagalistrikan dalam rangka memperingati Hari Listrik ke-71 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/9).

Untuk itu, kata JK, pemerintah juga memiliki keyakinan bahwa kondisi ekonomi di Tanah Air akan lebih stabil dalam beberapa waktu ke depan.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diberitakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pada Rabu (28/9) menguat dibandingkan kemarin. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (28/9), rupiah berada di posisi Rp 12.926 per dolar AS atau menguat dari kemarin sebesar Rp 13.027 per dolar AS dengan kisaran perdagangan Rp 12.991- Rp 12.861 per dolar AS.

Menyikapi tren penguatan rupiah, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan, antusiasme Warga Negara Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam program Tax Amnesty menjadi salah satu faktor penguatan nilai tukar.

"Itu karena makin baiknya hasil Tax Amnesty. Arahnya pasti akan ke sana, arahnya rupiah menguat, IHSG menguat. Arahnya akan ke sana," kata Darmin di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/9).

Darmin menyatakan, tren penguatan nilai tukar rupiah telah dimulai sejak awal Agustus. Dia mengatakan, penguatan tidak berlangsung secara drastis, tetapi bertahap.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Perempuan Disorot Istana, UMKM Masih Hadapi Tantangan

Ekonomi Perempuan Disorot Istana, UMKM Masih Hadapi Tantangan

NASIONAL
Gibran Akui Punya Kesan Mendalam pada Jurnalis B-Universe

Gibran Akui Punya Kesan Mendalam pada Jurnalis B-Universe

NASIONAL
Diskusi di Kantor B-Universe, Gibran Ungkap Rencana Pembangunan Papua

Diskusi di Kantor B-Universe, Gibran Ungkap Rencana Pembangunan Papua

NASIONAL
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Beli Alat Tulis di Papua

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Beli Alat Tulis di Papua

NUSANTARA
Wapres Tak Miliki Wewenang Reshuffle Kabinet Tanpa Perintah Presiden

Wapres Tak Miliki Wewenang Reshuffle Kabinet Tanpa Perintah Presiden

NASIONAL
Gibran Blusukan di Pasar Flamboyan Pontianak, Warga Antusias

Gibran Blusukan di Pasar Flamboyan Pontianak, Warga Antusias

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon