ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AXA Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik PAUD Perempuan

Kamis, 13 Oktober 2016 | 22:50 WIB
TH
B
Penulis: Thomas Ekafitrianus Harefa | Editor: B1
President Director of AXA Mandiri Financial Services Jean Philippe Vandenschrick saat acara peringati Hari Pelanggan Nasional di Jakarta, Senin 5 September 2016.
President Director of AXA Mandiri Financial Services Jean Philippe Vandenschrick saat acara peringati Hari Pelanggan Nasional di Jakarta, Senin 5 September 2016. (Beritasatu Photo / Uthan A Rachim/Uthan A Rachim)

Jakarta – Untuk mendukung penguatan kapasitas perempuan sebagai perencana keuangan keluarga serta tenaga pendidik bagi generasi penerus bangsa, AXA Mandiri dan AXA menghelat program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri. Program ini fokus pada literasi keuangan dan pelatihan metode mengajar kreatif kepada lebih dari 5.000 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perempuan di 11 kota besar di Indonesia.

Program ini telah berjalan sejak Desember tahun 2015 di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Palembang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Makassar, dan berakhir di Jakarta pada 13 Oktober 2916 melalui pemberian pembekalan kepada 200 guru perempuan dari sekolah PAUD di Jakarta.

"AXA Mandiri dan AXA mengembangkan program ini, karena kami percaya bahwa perempuan merupakan salah satu ujung tombak dalam menentukan kemajuan masyarakat dan bangsa. Apalagi ketika mereka juga berperan sebagai tenaga pendidik dan seorang ibu yang mengelola keuangan keluarga. Dengan pembekalan literasi keuangan serta metode mengajar kreatif, kami berharap perempuan Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih banyak kepada orang-orang di sekitar mereka," terang Chief Corporate Affairs AXA Indonesia Benny Waworuntu dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Kamis (13/10).

Dalam mengimplementasikan program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri, AXA Mandiri dan AXA menggandeng berbagai pihak, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta Komunitas Reading Bugs Indonesia.

ADVERTISEMENT

AXA Mandiri dan AXA juga membagikan 10 ribu buku yang berisikan informasi mengenai literasi keuangan, pengelolaan keuangan keluarga, dan pengembangan teknik mengajar kreatif untuk menunjang program ini. Tak hanya itu, sekitar 100 sukarelawan dari AXA Mandiri dan AXA, mulai dari karyawan hingga jajaran direksi pun terlibat dalam program ini dengan menyampaikan materi perihal literasi keuangan.

"Kami berharap agar program yang sudah kami jalankan ini dapat memberikan kontribusi yang berarti, dalam menciptakan tenaga pendidik perempuan dengan kualitas yang lebih baik, sehingga mereka dapat mengajar anak-anak didik PAUD dengan optimal. Pada saat yang bersamaan, mereka dapat menjadi perencana keuangan keluarga yang cerdas," jelas Presiden Direktur AXA Mandiri Financial Services Jean-Philippe Vandenschrick.

Bagi AXA Mandiri dan AXA, program Perempuan Cerdas Perempuan Mandiri dilaksanakan karena sejalan dengan program Women@AXA, yang mendorong peran perempuan baik di dunia kerja maupun di masyarakat, serta mengajak perempuan agar dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Selain Women@AXA, kegiatan yang berlangsung selama hampir satu tahun ini pun dijalankan sesuai dengan kajian AXA, IFC, dan Accenture mengenai pasar asuransi terkait perempuan di 10 negara berkembang bertajuk She For Shield: Insure Women to Better Protect All, yang menyatakan perempuan menjadi peluang terbesar di dunia asuransi global dengan premi US$ 1,7 triliun tahun 2030, seiring meningkatnya kebutuhan perempuan akan perlindungan di masa depan.

Untuk Indonesia, tingkat pertumbuhan premi dari segmen perempuan menjadi yang tercepat di antara 10 negara berkembang lainnya, diprediksi mencapai US$ 9-14 miliar pada 2030, atau naik 10-16 kali lipat dari saat ini.

"AXA Mandiri dan AXA terbuka untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan masyarakat Indonesia, guna membantu mereka dalam mencapai tujuan pembangunannya," jelas Vandenshrick.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon