ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Pariwisata Bidik Rp 2 Triliun dari Pasar Modal

Selasa, 6 Desember 2016 | 21:32 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Menpar Arief Yahya
Menpar Arief Yahya

Jakarta – Industri pariwisata akan menghimpun dana segar hingga Rp 2 triliun dari pasar modal untuk membiayai pembangunan destinasi pariwisiata prioritas. Penghimpunan dana tersebut akan dilakukan melalui penerbitan reksa dana pariwisata terpadu (RDPT Pariwisata) pada kuartal I-2017.

"Kuartal I-2017 kita akan keluarkan reksa dana. Manager investasinya sudah ada, dan selalu kita asuransikan lewat Askrindo. Investornya juga sudah ada, yakni dana pensiun dan asuransi," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada acara Rapat Koordinasi Kepariwisataan ke-IV di Jakarta, Selasa (6/12).

Menpar mengungkapkan, pencarian dana melalui pasar modal tersebut merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk membangun kawasan di 10 destinasi wisata prioritas. Kementerian Pariwisata telah berdiskusi beberapa kali dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencari pendanaan melalui pasar modal. OJK pun berkomitmen untuk membantu dan mendorong pembangunan pariwisata, terutama dari penyediaan akses finansial.

Ketua Tim Pokja Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib mengatakan, OJK telah mengeluarkan regulasi baru untuk produk baru, sejalan dengan MoU yang ditandatangani antara Kementerian Pariwisata dan OJK pada Maret kemarin. Produk baru yang berbentuk reksa dana pariwisata terpadu (RDPT Pariwisata) tersebut merupakan gabungan dari reksa dana pendapatan tetap (RDPT fixed income) dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT private equity fund).

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, penerbit RDPT Pariwisata berasal dari private sector dari perusahaan yang mengembangkan destinasi. Adapun Kemenpar dan OJK hanya memfasilitasi. Semua proses penerbitan RDPT Pariwisata nanti business to business.

"Mungkin yang pertama kali akan jalan itu satu murni swasta dan satu BUMN. Dua-duanya well known. BUMN dengan proyeknya sendiri dan swasta dengan proyek mereka sendiri. Masing-masing Rp 1 triliun," ujar dia.

Hiramsyah menjelaskan lebih lanjut, penerbitan RDPT Pariwisata akan dilakukan pada Februari 2017 dan Maret 2017. "Sifatnya nanti sebenarnya adalah ini gabungan dari fixed income, dan ada potensi kenaikan dari kenaikan harga propertinya, karena yang dikembangkan adalah kawasan seperti Nusa Dua, Bali," terang dia.

Dana yang akan dihimpun dari RDPT Pariwisata tersebut, menurut dia, akan digunakan untuk mengembangkan kawasan wisata Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Tanjung Lesung di Banten. "Kemungkinan besar arahnya sekarang Mandalika dan Tanjung Lesung, dan dananya untuk mengembangkan kawasan," kata Hiramsyah.

Hiramsyah menyebut, ada Rp 700 triliun dana yang mengendap di dana pensiun dan asuransi saat ini yang bisa berpotensi untuk dimanfaatkan untuk pendanaan di sektor pariwisata.

"Pariwisata sudah ditetapkan sebagai sektor unggulan, core economy, dan sektor yang paling mudah dan murah, dengan multiplier efect yang besar. Makanya OJK mendukung pengembangan sektor ini, dan kita sudah melakukan langkah konkret juga, insya Allah kuartal I-2017 sudah bisa terbit RDPT Pariwisata yang pertama," ujar dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

EKONOMI
Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

MULTIMEDIA
Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

EKONOMI
Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

EKONOMI
Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon